Kamis, 29 Juli 2021 16:14

​Polda Jatim Tangkap 67 Preman dari Tempat Pungli dan Pemalakan di Surabaya

Senin, 14 Juni 2021 11:52 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Anatasia Novarina
​Polda Jatim Tangkap 67 Preman dari Tempat Pungli dan Pemalakan di Surabaya
Kabid Humas Kombes Pol Gatot Repli Handoko, S.I.K. saat memimpin konferensi pers di halaman Ditreskrimum Polda Jatim, Senin (14/6). foto: ANATASIA/ BANGSAONLINE.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 67 tersangka preman diamankan Polda Jatim dan polres jajaran, di antaranya Polresta Sidoarjo, Polres Mojokerto, Polres KPPP Tanjung Perak, dan Polres Gresik. Mereka ditangkap dari berbagai tempat aksi pemalakan di Surabaya.

"Semuanya diamankan dan ditangkap dari beberapa tempat. Mulai dari pelabuhan Tanjung Perak, terminal Bus Purabaya, pangkalan truk atau bus," ungkap Kabid Humas Kombes Pol Gatot Repli Handoko S.I.K. saat konferensi pers di halaman Ditreskrimum Polda Jatim, Senin (14/6).

Selain mengamankan pelaku, Gatot mengatakan pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang, kendaraan roda empat, roda dua, hingga senjata tajam.

"Barang bukti yang diamankan uang tunai 9.597.000, 3 kendaraan roda empat, 1 kendaraan roda dua, 69 bendel karcis pungli, 3 buku setoran, 1 botol miras, 10 unit HP berbagai merek," imbuh Gatot

BACA JUGA : 

Dua Kapolres di Surabaya Dimutasi Bersamaan

Pimpin Pembukaan Diktuk Bintara di SPN Mojokerto, Kapolda Jatim Tekankan Amanat Kalemdiklat Polri

Tabung Oksigen Diduga Palsu Beredar di Tulungagung, Ternyata untuk Konsumsi Ikan Koi

Sasar Masyarakat Pinggiran, Polda Jatim Launching Ambulans Vaksinasi Presisi Door To Door

Menurut Gatot, modus yang digunakan 67 tersangka adalah pemalakan dan pungli. "Melakukan pemalakan atau pungli kepada beberapa sopir, baik truk maupun bus. Juga ada beberapa calo yang meminta penumpang secara paksa," terang Gatot.

"Pengungkapan ini sesuai dengan intruksi bapak Kapolri, Jendral Listyo Sigit Prabowo," tambahnya.

Ke-67 tersangka itu terancam melanggar Pasal 49 Jo Pasal 17 Perda Jatim No. 2 tahun 2020 tentang perubahan atas Perda Jatim No. 1 tahun 2019 tentang penyelenggaraan ketenteraman ketertiban dan perlindungan masyarakat.

"Ancaman hukuman maksimal tiga bulan atau denda paling banyak Rp 50 .000.000 (pasal 40 ayat 4 Perda Jatim No. 2 tahun 2020)," kata Gatot. (ana)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...