Rabu, 04 Agustus 2021 13:30

Buat Bayar Utang, ​Seorang IRT di Ngawi Nekat Curi Motor di Sawah

Minggu, 06 Juni 2021 21:03 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Zainal Abidin
Buat Bayar Utang, ​Seorang IRT di Ngawi Nekat Curi Motor di Sawah
Pelaku bersama barang bukti sepeda motor yang dicurinya di pinggir sawah.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Ngawi nekat ngembat sepeda motor yang sedang diparkir di pinggir sawah dengan alasan terhimpit bayar utang.

Pelaku berinisial SM (32), warga Desa Rejuno, Kecamatan Karangjati, Ngawi, itu mecuri motor milik Suwito. Pencurian itu terjadi hari Senin (31/05) lalu.

Berawal saat SM bersama anaknya melintasi areal persawahan di Desa Sumberbening, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di lokasi tersebut, dia melihat sepeda motor yang ditinggalkan pemiliknya dengan kunci kontak masih menempel. Tanpa pikir panjang, pelaku seketika membawa kabur motor itu ke rumah.

Sementara korban Suwito baru mengetahui motor miliknya raib saat akan pulang ke rumah. Ia terkejut karena motornya sudah tak ada di lokasi. Korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Polsek Karangjati. Dari laporan korban tersebut, anggota polisi kemudian melakukan penyelidikan.

BACA JUGA : 

Respons Kabar Teror Ketuk Pintu, Kapolres Ngawi: Tetap Tenang dan Jangan Membesar-besarkan Berita

Polres Ngawi Bagikan Bansos dan Bendera Merah Putih Kepada Warga

PPKM Level IV, Koramil dan Polsek Padas Gelar Operasi Yustisi di Jalan Raya Ngawi-Caruban

Kapolres Ngawi Pantau Langsung Vaksinasi Dosis Kedua

Tak butuh waktu lama, polisi mendapati sepeda motor korban terparkir di teras rumah pelaku dengan kondisi plat nomor sudah dicopot.

Kasatreskrim Polres Ngawi AKP I Gusti Agung Ananta mengatakan, pelaku mengakui bahwa motor tersebut adalah hasil curian. Rencananya kendaraan tersebut akan dijual untuk melunasi utangnya.

"Dengan alasan terhimpit utang akhirnya pelaku nekat mengambil sepeda motor yang sedang diparkir di pinggir sawah," terang AKBP Agung.

Saat ini, pelaku diamankan di Kantor Polres Ngawi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku akan dijerat Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara.

"Pelaku mengakui bahwa perbuatannya itu baru pertama kali dilakukan," pungkasnya. (nal/ian)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Rabu, 04 Agustus 2021 11:59 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*69. Qaala satajidunii in syaa-a allaahu shaabiran walaa a’shii laka amraanDia (Musa) berkata, “Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun.”70. ...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...