Besok Angkutan Antar Provinsi Beroperasi, Khofifah: Cukup Swab Test Antigen dan Genose

Besok Angkutan Antar Provinsi Beroperasi, Khofifah: Cukup Swab Test Antigen dan Genose Khofifah Indar Parawansa. Foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Penerapan larangan mudik Idul Fitri 1 Syawal 1442 H berakhir pada hari ini, Senin (17/5). Untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19 pasca libur Idul Fitri, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara virtual terkait pelaksanaan pengetatan maupun larangan mudik bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, di Kantor Dinas Pehubungan Jatim, Senin (17/5).

Setibanya di Kantor Dishub Jatim, orang nomor satu di Jatim tersebut langsung memantau kondisi lalu lintas yang terpantau pada 14 UPT Dishub Jatim. Terdiri dari 11 UPT LLAJ, 2 UPT Pelabuhan, dan 1 UPT Bandara Abdulrachman Saleh.

Menurut Khofifah, Monev ini menjadi bagian penting untuk melakukan evaluasi dan mitigasi ke depan. Sebab, mulai besok, Selasa (18/5), sudah tidak ada larangan kendaraan antar provinsi. Misalnya, mulai tanggal 6 s.d 17 Mei 2021 belum ada penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh, tetapi besok sudah ada tiga penerbangan.

Menurut Khofifah, jika masih akan ada pengetatan kembali sesuai dengan Adendum Surat Edaran No. 13 Satgas Covid-19 akan berlangsung pada 18-24 Mei 2021. Semua harus dilakukan kewaspadaan berganda untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, terutama pada 14 sampai 21 hari pasca 1 Syawal 1442 H atau 13 Mei 2021.

Mantan Mensos RI itu meminta Kepala Dishub dan Dinkes Jatim untuk terus bersinergi dan siap siaga mengendalikan penyebaran Covid-19 di Jatim. Dalam hal ini, Dinkes Jatim bertugas sebagai hilir, Dishub sebagai hulu dalam pencegahan Covid-19. Artinya antisipasi dan mitigasi tidak hanya dilakukan Dishub Jatim, tetapi harus dilakukan secara teknis oleh Dinkes Jatim.

“Terima kasih seluruh tim Dishub dan Dinkes Jatim. Kerja keras seperti ini harus terus disinergikan. Dalam posisi seperti ini, Dinkes harus menyatu dengan gerak Dinas Perhubungan Jatim. Jadi hulunya klir, hilirnya klir. Ada kesiapsiagaan antara Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan,” jelas gubernur perempuan pertama di Jatim.

Khofifah mencontohkan, salah satu bentuk sinergi yang bisa dilakukan yaitu ada penyiapan Swab Antigen dan Genose dari Dinas Kesehatan Jatim pada titik-titik UPT Dishub Jatim seperti di terminal, pelabuhan dan Bandar Udara Abdulrachman Saleh Malang.

Simak berita selengkapnya ...