Sekali Kencan Rp 300 Ribu, 6 Siswi SMP dan SMA di Blitar Dipekerjakan di Prostitusi Online

Dia menjelaskan, para korban ditawarkan melalui pesan WhatsApp kepada para pria hidung belang. Setelah bertransaksi mereka menentukan sendiri lokasi kencan. Ada yang di kosan adapula yang menyewa kamar hotel.

"Transaksi melalui WA, kemudian bisa datang ke kos-kosan yang disediakan mucikari. Bisa juga di bawa ke tempat pelanggan," kata Yudhi, Rabu (7/4).

Sementara pelaku BY mengaku sudah satu tahun menjalankan bisnis esek-esek tersebut. Kata dia, awalnya para korban sendiri yang datang ke tempatnya minta dicarikan pelanggan. Alasannya, para korban tersebut ingin memiliki handphone baru, namun tidak memiliki uang untuk membeli.

"Kurang lebih satu tahun ini, mereka datang sendiri ke saya. Saya tidak memaksa. Mereka ingin punya handphone, lalu minta dicarikan pelanggan. Saya sudah bilang tidak mau, tapi mereka memaksa karena pengen handphone," kata BY.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: