Jumat, 23 April 2021 00:03

Tebing di Timur Gunung Gede Laharpang Longsor, Picu Banjir Bandang Besowo

Senin, 22 Februari 2021 13:33 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Tebing di Timur Gunung Gede Laharpang Longsor, Picu Banjir Bandang Besowo
Salah satu relawan ARPLH Kediri saat menunjukkan beberapa bagian tebing yang longsor, Minggu (21/2) kemarin. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Tebing di lereng Gunung Kelud, tepatnya yang berada di timur Gunung Gede di Dusun Laharpang, Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, di beberapa bagian terlihat longsor.

Diduga, longsornya tebing itulah yang memicu terjadinya banjir bandang yang membawa meterial dan kayu-kayu hutan di Desa Besowo, Kecamatan Kepung.

Tebing yang longsor tersebut memang bukan terletak di wilayah Dusun Laharpang, melainkan sudah masuk wilayah Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Tapi masih sama-sama di bawah naungan Perhutani KPH Kediri.

Hal itu dibenarkan Kepala Desa Puncu, Hengky Dwi Setyawan. Ia menjelaskan di bawah tebing yang longsor tersebut terdapat aliran Sungai Konto yang beberapa waktu lalu terjadi banjir bandang dan membawa material dan kayu. Ia menduga, kayu-kayu itu berasal dari tebing yang longsor.

BACA JUGA : 

Pemkab Kediri Bantu 1.250 Kg Benih Padi Kepada Korban Banjir Tarokan

Pesona Edelweiss Jawa, si Bunga Abadi yang Tumbuh di Puncak Kelud

Geliat Wisata Gunung Kelud, Tukang Ojek yang Selama Setahun Nganggur Kini Bisa Tersenyum Kembali

Gempa Juga Dirasakan Warga Kediri, Semburat Saat Sedang Asyik Futsal

"Barang kali kayu-kayu itulah yang terbawa banjir ketika hujan deras dan menyumbat Kembatan Kalitengah, Desa Besowo beberapa waktu lalu," kata Hengky usai ikut penanaman pohon di Gunung Gede, Minggu (21/2) kemarin.

Oleh karena itulah, lanjut Hengky, ketika ada relawan yang melakukan penanaman pohon di Gunung Gede yang letaknya di sebelah barat tebing yang longsor itu, pihaknya sangat mendukung. Diharapkan pohon-pohon yang ditanam itu bisa untuk menahan agar tidak terjadi longsor.

Diberitakan sebelumnya, telah terjadi dua kali banjir bandang di Desa Besowo yang membawa material dan kayu berukuran besar. Bahkan banjir tersebut juga membahayakan keberadaan Jembatan Kalitengah, di Desa Besowo. Material kayu sempat menutup aliran sungai dan menggerus pondasi jembatan.

Selain itu, akibat banjir bandang tersebut tandon air di Desa Besowo juga rusak, sehingga sebagai besar warga Besowo kekurangan air bersih dan harus menggantungkan kebutuhan air bersih bantuan dari relawan maupun pemerintah.

Sementara agar Jembatan Kalitengah tidak semakin rusak, warga Besowo sudah bergotong royong memasang bronjong di sekitar jembatan yang sebelumnya diterjang banjir. Akibat banjir bandang tersebut, fondasi Jembatan Kalitengah terkikis dan nyaris roboh. Adapun bronjong yang dipasang merupakan bantuan dari BPBD Kabupaten Kediri.

Bowo, Kepala Dusun Besowo Timur Desa Besowo menjelaskan, Jembatan Kalitengah menjadi salah satu penghubung utama antara dua dusun, yakni Krajan dan Besowo Timur. "Jembatan tersebut ditutup karena bisa membahayakan keselamatan warga," kata Bowo, Kamis (4/2) lalu. (uji/rev)

​Cendekiawan Muslim tak Tahu Jumlah Juz Al-Quran
Rabu, 21 April 2021 22:01 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 10 ini bercerita tentang seorang menteri yang juga pengurus organisasi cendekiawan muslim. M Mas’ud Adnan - narator anekdot Gus Dur - bercerita bahwa pada akhir kekuasaan ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 22 April 2021 09:45 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Banyak negara mulai mengumumkan pertumbuhan ekonominya setelah didera pandemik Covid-19. Yang paling tinggi Tiongkok. Tapi pertumbuhan ekonomi India juga mengejutkan. Hanya saja Covid-19 di India gila-gilaan. Seti...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...