Jumat, 07 Mei 2021 22:52

​Saling Sindir, Takut Bentrok, Ketua PCNU Sampang Minta Penganut Syiah yang Balik ke Aswaja Dipisah

Jumat, 05 Februari 2021 09:34 WIB
Editor: mma
​Saling Sindir, Takut Bentrok, Ketua PCNU Sampang Minta Penganut Syiah yang Balik ke Aswaja Dipisah
Suasana Rusunawa Jemundo Sidoarjo, tempat pengungsi Syiah. Foto: ist

SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Ketua PCNU Sampang KH Syaifuddin Wahid mengaku banyak mendapat laporan dari penganut Syiah yang sudah ikrar kembali ke Ahlussunnah Wal-Jamaah (Awaja) tentang kondisi sosial yang kurang kondusif di tempat pengungsian Rusunawa Jemundo Sidoarjo.  

Karena itu pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Gersempal, Sampang, Madura itu minta agar tempat penganut Syiah yang sudah ikrar kembali ke Aswaja dipisah dengan penganut Syiah yang masih bertahan dengan keyakinannya.

“Karena mereka saling sindir. Namanya orang Madura, kami kan takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Kalau satu rumah kan bisa atokaran (bentengkar, bentrok-Red). Dulu kan pernah terjadi sampai acarok (berkelahi pakai senjata tajam-Red),” kata KH Syafiuddin Wahid kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (5/2/2020) pagi.

BACA JUGA : 

Jelang Lebaran dan Pendaftaran Sekolah, Pemprov Jatim Gratiskan Biaya Sewa 2 Bulan di 4 Rusunawa Ini

​Syiah Salat Cuma Tiga Waktu, Hizbut Tahrir bolehkan Cium Cewek Bukan Muhrim, Ini Alasannya

​Dr Jalaluddin Rakhmat Wafat, dari Keluarga NU, Jadi Tokoh Muhammadiyah, Lalu Pemimpin Syiah

Hari HAM se-Dunia, Gubernur Khofifah-BPN Jatim Beri 239 Sertifikat Tanah Korban Konflik Sampang

(Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi  eks penganut Syiah yang tinggal di Rusunawa Jemundo, Sidoarjo, Jawa Timur. foto: Pemkab Sidoarjo)

Karena itu sore nanti, Kiai Syafiuddin bersama beberapa kiai dari Sampang Madura akan silarutahim pada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk minta petunjuk. “Kan aset yang dipakai itu, Rusunawa Jemundo, milik Pemprov Jatim,” kata Kiai Syafiuddin. “Terserah gubernur, bagaimana nanti pentunjuknya,” tambah Kiai Syafiuddin.

Rencananya, Kiai Syafiuddin bersama KH Mahrus Malik, KH Lutfillah Rislwan, KH Luay Imam, KH Itqan Bushiry, dan KH Ahsan Jamal. Enam kiai itu akan didampingi KH Muchlis Muhsin, pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Modung Bangkalan Madura.

Menurut Kiai Syafiuddin, dari sekitar 300an penganut Syiah yang tinggal di Rusunawa Jemundo, sebanyak 280 orang sudah ikrar kembali pada Aswaja. Termasuk Tajul, pimpinan mereka. Bahkan anak-anak mereka ada yang dipondokkan ke Pesantren Tebuireng Jombang dan Pesantren Lirboyo Kediri agar istiqamah pada Aswaja.

Karena itu, saat mereka ikrar massal kembali ke Aswaja di Pendopo Sampang dihadiri Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfud yang akrab dipanggil Gus Kikin.

(Suasana Rusunawa Jemundo Sidoarjo. Dua anak pengungsi Syiah, Sampang, Madura, bermain di sekitar tempat tinggal mereka di Rusunawa Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo, Jatim. foto: Antara)

Kini penganut Syiah di Rusunawa Jemundo tinggal sedikit. “Tinggal sekitar 17 sampai 20 orang,” tutur Kiai Syafiuddin. Di antara 20 orang itu terdapat Umi Hani, adik Tajul. 

Namun mereka sering terlibat saling sindir dengan penganut Syiah yang sudah ikrar kembali ke Aswaja. "Karena itu tempat tinggalnya perlu dipisah," katanya

Kiai Syafiuddin menjelaskan, banyaknya penganut Syiah kembali ke Aswaja karena kesadaran sendiri setelah bergaul dengan orang-orang di sekitarnya. Menurut dia, justru penganut Syiah yang tinggal di luar Rusunawa yang lebih dulu ikrar kembali pada Aswaja.

“Yang ikrar lebih dulu mereka yang tinggal di Surabaya dan Madura (Sampang), karena mereka bergaul dengan masyarakat,” kata Kiai Syafiuddin. Sedang penganut Syiah yang tinggal di Rusunawa Jemundo Sidoarjo ikrar belakangan karena mereka selalu didoktrin pengajian Syiah oleh pimpinan mereka. “Pengajiannya (Syiah) rutin,” tutur Kiai Syaifuddin.

Namun sejak Tajul, pimpinan mereka, ikrar kembali ke Aswaja bersama penganut Syiah yang lain di Pendopo Sampang, intensitas pengajian Syiah berkurang.

Kiai Syafiuddin juga menuturkan bahwa para penganut Syiah itu ikrar secara bertahap sesuai tingkat kesadarannya masing-masing. Selama ini, selain ikrar di Pendopo, mereka ikrar di kediaman Kiai Syafiuddin di Pondok Pesantren Darul Ulum, Gersempal Sampang Madura.

“Hari ini seharusnya ada 6 orang yang mau ikrar di tempat saya. Tapi karena saya ada acara di luar (ke Gubernur Jatim-Red), saya minta ditunda besok,” tutur Kiai Syaifuddin.

Menurut dia, sudah 40 kali ikrar itu berlangsung di Pondok Pesantren Darul Ulum, Gersempal. “Kadang 5 orang, kadang 9 orang,” tuturnya. Setiap acara ikrar itu, tutur Kiai Syafiuddin, selalu disaksikan ulama dan umara Sampang. “Disaksikan para kiai, polisi dan camat,” kata Kiai Syafiuddin. (mma) 

Suami Takut Istri
Kamis, 06 Mei 2021 18:19 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dalam seminar bertema gender, Gus Dur ditanya seorang peserta. Pertanyaannya sangat sensitif dan pribadi. “Gus, katanya beberapa kiai juga takut pada istri. Apa Gus Dur juga takut pada istri?,” tanya orang itu....
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Jumat, 07 Mei 2021 06:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wartawan kondang Dahlan Iskan mencatat dua waswas setelah pengumuman pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2021 ternyata minus hampir 1 persen.Apa saja? Silakan baca tulisan wartawan kawakan itu di HARIAN BANGSA dan BANGSA...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 07 Mei 2021 10:42 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...