(Dari kanan) Wakapolres Kediri Kota Kompol Wachid Arifaini, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (baju putih), Komandan Korem 082/CPYJ Kolonel Inf Dariyanto, dan Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Kav. Dwi Agung Sutrisno saat membagikan masker kepada tukang becak. (foto: ist)
Artinya, lanjut wali kota, masyarakat sudah teredukasi. Walaupun semua ikhtiar sudah dilakukan, termasuk donor plasma konvalesen, juga sudah divaksinasi, juga sudah menjalankan protokol kesehatan, ia mengingatkan saat ini masih pandemi Covid-19. Karena itu meskipun nantinya semua masyarakat sudah divaksinasi, ia meminta agar protokol kesehatan tetap dijalankan.
"Mudah-mudahan dengan Pak Danrem melihat secara langsung Kota Kediri terus bisa melakukan protokol kesehatan terus dan kita bisa menekan angka yang terkena Covid-19,” harap wali kota.
Mengenai pelaksanaan PPKM, wali kota menjelaskan bahwa hasil evaluasi di Kota Kediri, memang terjadi penurunan kasus namun masih kurang signifikan. Sehingga ia mengajak seluruh elemen bekerja sama untuk terus menekan kasus Covid-19 dengan disiplin protokol kesehatan.
“Pak Lurah, Pak RW, dan Pak RT semua ikut turun karena virus ini tidak bisa hanya dilawan oleh pemerintah. Namun semua masyarakat harus ikut serta melawan virus ini dengan protokol kesehatan. Kita belum melihat apakah diperpanjang atau tidak. Tapi kita harus sadar bahwa saat ini Covid-19 masih ada, jadi ada atau tidak adanya PPKM protokol kesehatan harus terus dijalankan,” pungkas wali kota.
Dalam pelaksanaan operasi yustisi tersebut, ditemukan 17 pelanggar. Bagi pelanggar protokol kesehatan langsung disidang di tempat oleh Pengadilan Negeri Kota Kediri. Selanjutnya, para pelanggar ini di-rapid test sebagai screening untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Kediri. (uji/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




