Jadi Langganan Banjir, Sejumlah Warga Kedungbanteng dan Banjarasri Tolak Wacana Relokasi

Selain itu, Herman juga berharap ada pembuatan sungai baru, karena sungai yang lama tidak lagi bisa menampung air akibat pengurukan tanah kaplingan, serta pengurukan untuk keperluan eksplorasi gas.

“Banyak serapan air yang kini berubah menjadi tanah kapling dan pengurukan untuk eksplorasi PT. Minarak Brantas Gas. Di sekitar kampung kami ada 6 titik eksplorasi. Kampung kami ini dikepung dari berbagai penjuru. Yang awalnya sawah, kini berubah menjadi urukan. Resapannya praktis berkurang,” kata Herman.

Selain itu, Herman mengaku memperoleh informasi dari BPBD, telah terjadi penurunan tanah sekitar 15 cm. “Kampung kami ini sekarang seperti cekungan. Kalau hujan deras, pasti menggenang dan air susah pergi,” imbuh Herman.

Hal yang sama diungkapkan Komari, warga RT 3 RW II Desa Kedungbanteng. “Kalau relokasi sangat berat,” ucapnya singkat.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: