Alih-alih berfikir devisa. Dengan tegas, pimpinan itu menolak kapal pesiar tersebut bersandar di wilayahnya. Alasannya, jelas. Lebih baik melindungi 3 jutaan warga Surabaya daripada tertular Covid-19. Ini dilakukan untuk meminimalisir potensi kontaminasi dari sumber-sumber yang sudah terinfeksi.
Dialah, Tri Rismaharini. Wali kota perempuan pertama di Surabaya yang tegas menolak kedatangan kapal pesiar itu.
Sikap tegasnya itu, menyiratkan keberanian Residen Sudirman yang pernah menolak kapal perang berbendera Inggris bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, sebelum akhirnya pecah pertempuran heroik 10 November 1945.
Dalam catatan sejarah, Residen Sudirman menolak armada kapal akan yang merapat di Tanjung Perak. Terdiri dari kapal transport bernama: “Wavenley”, “Mlaika”, “Assidios”, “Floristan” dan beberapa kapal lagi yang dilindungi oleh kapal perang Inggris.










