Kenapa Unisla sebagai lokasi JMF, Hamdani menjelaskan, karena Unisla sendiri sudah mengajukan kolaborasi dengan disnaker sejak dua tahun lalu, dan tahun ini baru bisa direalisasikan.
"Harapan saya, tidak hanya ini, untuk seterusnya semoga Unisla dan disnaker bisa terus berkolaborasi dalam menghadapi permasalahan di Lamongan," harapnya.
Rektor Unisla, Bambang Eko Muljono mengaku bangga dan bersyukur, telah dipilihnya Unisla sebagai lokasi JMF pada tahun ini, meskipun masih dalam keadaan pandemi Covid-19.
"Kegiatan ini sebagai implementasi dan komitmen Pemkab Lamongan untuk mengatasi dan menekan angka pengangguran di Lamongan, memang perlu diadakan inovasi, termasuk kegiatan ini agar pencari kerja dapat informasi yang terbuka," ujarnya.










