"Permasalahan ini bisa masuk ke ranah Tipikor, karena harga satuan sembako yang diberikan oleh E-Warong melebihi harga di pasar. Seharusnya, sama rata dengan harga yang di pasar. Apalagi sampel beras yang kualitasnya sangat memprihatinkan dan tidak sebanding dengan harga," kata Basri.
Ia juga meminta DPRD agar memanggil supplier beras dan kacang di Kecamatan Kadur. Ibas, panggilan akrab Basri, juga meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan mengevaluasi penyaluran BPNT di Pamekasan.
"Kita juga menuntut BNI Cabang Pamekasan harus bersikap tegas dengan memblokir seluruh agen yang bermasalah dan TKSK Kecamatan Kadur harus diganti," tuntut aktivis HMI Pamekasan.
Para demonstran ditemui Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Khairul Umam dan beberapa anggota lainnya. Ia berjanji dalam waktu dekat ini, akan memanggil semua pihak yang telah diduga bermasalah.










