Sejumlah warga saat orasi di depan kantor DPRD Kabupaten Pamekasan.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Sejumlah warga yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Peduli Rakyat (Alpart) menggelar aksi demo ke kantor DPRD Kabupaten Pamekasan terkait E-Warung (Elektronik Warung Gotong Royong) di Kecamatan Kadur yang dinilai bermasalah, Rabu (07/10/20).
Menurut Korlap Aksi Demo Basri, sejumlah E-Warong di Kecamatan Kadur terindikasi menyalurkan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) berupa sembako yang tidak sesuai kualitas. Ia juga membawa sampel beras sebanyak 2 karung dengan merk Maharani dan Bintang Madura. Komoditi beras yang disalurkan oleh E-Warong itu ditunjukkan di hadapan DPRD Pamekasan.
BACA JUGA:
- Kemensos Coret Penerima PKH-BPNT Terlibat Judol, Bupati Kediri Singgung Penyalahgunaan Bansos
- Sudah Cair Bansos Bansos Rp600 Ribu BPNT Februari 2025, Cek Transferan dan Klik Cekbansos di Sini
- Asyik Cair! Cek Nama Anda Penerima Bansos BPNT Rp600 Ribu Februari, Login Cekbansos di Sini
- Siap-siap Bansos PKH, Sembako, PIP dan Bantuan Lainnya Cair, Catat Tanggalnya
Ia juga menyebut adanya intervensi dari oknum pihak ketiga yang memaksa para E-Warong agar mengulak sembako pada supplier yang telah ditunjuk. Sehingga, para E-Warong tersebut tidak memiliki kebebasan dalam menentukan atau memilih harga satuan sembako.
Karena itu, mereka menuntut DPRD Kabupaten Pamekasan segera menutup E-Warong yang bermasalah tersebut.
"Permasalahan ini bisa masuk ke ranah Tipikor, karena harga satuan sembako yang diberikan oleh E-Warong melebihi harga di pasar. Seharusnya, sama rata dengan harga yang di pasar. Apalagi sampel beras yang kualitasnya sangat memprihatinkan dan tidak sebanding dengan harga," kata Basri.
Ia juga meminta DPRD agar memanggil supplier beras dan kacang di Kecamatan Kadur. Ibas, panggilan akrab Basri, juga meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan mengevaluasi penyaluran BPNT di Pamekasan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




