Jatim Terapkan “Ilmu Perubahan Perilaku” dari Inggris Raya untuk Adaptasi Kebiasaan Baru

Penerapan protokol kesehatan yang diperkuat dari berbagai lini juga terbukti sangat efektif di Jawa Timur. Dalam dua minggu terakhir operasi yustisi yang dikombinasikan dengan kampanye "Pakai Masker" yang dilakukan di berbagai kota dan kabupaten kini menjadikan Jawa Timur menjadi provinsi besar di Jawa dengan Kasus Aktif Covid-19 terendah, yakni hanya 3.455 atau setara 7.84% per Jum'at (02/10). Harapannya, penerapan ilmu behavioural science dalam kampanye protokol kesehatan akan semakin menekan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur.

“Mudah-mudahan semuanya akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat untuk bisa segera beradaptasi pada kebiasaan baru. Mengingat sampai saat ini Covid-19 tidak ada yang tahu kapan penyebarannya,” harapnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak juga mengharapkan program pelatihan ini bisa semakin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

“Kolaborasi lintas negara ini dapat membawa manfaat yang konkret. Di tengah Pandemi Covid-19 harus terus mencoba cara-cara untuk bisa menekan penyebaran Covid-19. Pendekatan behavioural ini memang sedang kita butuhkan,” ujarnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: