Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membantik. foto: ist/ bangsaonline.com
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak generasi millenial Jatim memperkenalkan lebih luas lagi batik khas Jatim. Menurut dia, Jatim memiliki banyak sekali motif batik dan warna sesuai dengan identitas dan kekhasan daerah masing-masing.
“Dari ujung barat Jatim sampai ujung timur, semua punya batik khas dengan motif yang khas dan tidak bisa ditemui didaerah lain,” ungkap Khofifah saat peringatan Hari Batik Nasional, Jumát (2/10).
BACA JUGA:
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo

Khofifah mengatakan, di Jatim, sentra batik bisa ditemui hampir di seluruh kabupaten dan/atau kota. Baik yang berskala besar maupun kecil. Namun demikian, sedikitnya ada 15 daerah yang merupakan penghasil batik yang cukup populer yakni antara lain, Mojokerto, Tuban, Banyuwangi, Tulungagung, Trenggalek, Sidoarjo, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Tulungagung, Malang, Ponorogo, dan Kediri.

Motif batik Jatim, kata Khofifah memiliki motif yang kaya dengan nuansa alam. Selain dipengaruhi oleh kerajaan-kerajaan, motif batik Jatim juga terpengaruh budaya luar seperti Tionghoa dan India. Berbeda dengan motif kebanyakan, batik Jatim mempunyai motif yang lebih kontemporer, bebas, tanpa terikat pakem-pakem motif yang ada sebelumnya
“Di Mojokerto, sentra batik sudah berdiri sejak seabad lalu, tepatnya di Desa Majan dan Sumo. Ini menjadi bukti bahwa pesona batik Jatim sudah tersohor sejak dulu,” iimbuhnya.
Maka dari itu, lanjut Khofifah, tidak ada alasan untuk tidak memakai batik dan ikut memperkenalkannya lebih luas lagi. Generasi Milenial dan Z, menurut dia, harus ikut ambil bagian dari perkembangan industri batik di Jatim.
Khofifah berharap batik bisa menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Jatim. Cara ini, lanjutnya, juga untuk mendorong industri batik Jatim bisa bangkit akibat badai Covid-19. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




