Selasa, 27 Oktober 2020 22:54

Wapres Di-Meme “Anak K-Pop Drakor”, Khariri Makmun: Mereka Kaum Tektualis Cekak dan Cingkrang

Sabtu, 26 September 2020 10:23 WIB
Editor: MMA
Wapres Di-Meme “Anak K-Pop Drakor”, Khariri Makmun: Mereka Kaum Tektualis Cekak dan Cingkrang
Meme Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin yang beredar di media sosial. foto: facebook

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Harapan Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin terhadap generasi muda yang gemar budaya popular asal Korea Selatan, agar memacu kreativitas, ternyata memantik kontroversi. Bahkan ada yang tega membuat meme mantan Rais Aam Syuriah PBNU itu menjadi “anak K-Pop Drakor”. Meme itu diunggah akun Facebook Beni Ben, 23 September 2020.

Seperti ramai diberitakan, meme yang beredar di media sosial itu menggambarkan Kiai Ma'ruf Amin sedang duduk mengenakan topi berwarna hitam, pakaian penghangat bertuliskan "Supreme", celana panjang motif loreng dan sepatu putih. Pada meme itu disertai tulisan "ANAK K-POP DRAKOR"

(Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin. foto: wikipedia) 

Meme itu dilengkapi dengan foto insert berupa tangkapan layar video ketika Kiai Ma'ruf Amin pidato memperingati 100 tahun kedatangan warga Korea di Indonesia.

Menyikapi kontroversi itu, Wakil Direktur Eksekutif International Conference of Islamic Scholars (ICIS), Khariri Makmun, menilai bahwa kelompok yang memojokkan Wapres itu adalah kaum tekstualis yang berpikir cekak dan cingkrang.

Menurut Khariri Makmun, mereka tak bisa menangkap esensi di balik narasi yang disampaikan Kiai Ma’ruf Amin.

“Seharusnya, ditangkap esensinya, sehingga kita mudah memahami makna dibalik kata. Jangan mengikuti kaum tekstualis yang mudah mengklaim 'bid'ah' karena pemahaman yang cekak dan cingkrang,” kata Khariri Makmun kepada BANGSAONLINE.com, Sabtu (26/9/2020).

Ia mengaku perlu meluruskan masalah ini karena apa yang diinginkan Wapres sebenarnya adalah bagaimana agar anak-anak muda Indonesia bisa ikut mengembangkan ekonomi kreatif di tanah air sebagaimana K-Pop yang juga digerakkan oleh anak muda Korea.

“Dalam video itu, Wapres menyampaikan kita lebih kaya budaya daripada Korea, sehingga kita bisa lebih sukses dengan menjadikan kekuatan kebudayaan ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif,” tegas Khariri Makmun.

“Sayangnya kita justru memahami kalimat Wapres secara tekstual, bukan substansial. Dan celakanya, kita hanya fokus pada kalimat K-POP yang tentu secara budaya tidak sesuai dengan kultur Indonesia. Atau dalam pandangan Islam K-POP haram,” katanya.

(Khariri Makmun. foto: ist/ bangsaonline.com)

Padahal, kata Khariri Makmun, K-POP dalam konteks ini oleh Wapres hanya dijadikan contoh kasus yang bisa menjadi pemantik tumbuhnya ekonomi kreatif di kalangan anak-muda muda.

Bentuk ekonomi kreatif, kata dia, bisa bermacam-macam, bisa apa saja. Ekonomi kreatif juga bisa dikemas dengan kemasan bernuansa Islam. itu semua tergantung pada kemampuan kita mengolah.

“Lalu kenapa kok seolah-olah Wapres dianggap Kiai yang mengajak pada K-Pop? Padahal K-Pop itu maksiat atau haram. Menurut saya, ini cara memahami konteks yang terlalu tekstual dan curigatif,” katanya.

Menurut dia, inti dari apa yang disampaikan Wapres itu sudah benar. “Beliau mencoba memotivasi kalangan muda agar bisa menumbuhkan potensi ekonomi sebagaimana keberhasilan kalangan muda Korea. Beliau berharap agara anak-anak muda mengembangkan kretivitasnya dengan mengolah budaya Indonesia yang kaya ini menjadi alternatif penguatan potensi ekonomi bagi bangsa kita,” katanya. (MMA)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 25 Oktober 2020 12:28 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Wisata edukasi berbasis potensi desa di Jawa Timur kembali bertambah. Kali ini, bertempat di Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Are...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Selasa, 27 Oktober 2020 09:45 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...