Kepala Staf Kepresidenan Moledoko menyerahkan kaus bertuliskan kampanye pemakaian masker kepada Wali Kota Risma. (foto: YUDI A/ BANGSAONLINE)
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini memaparkan penanganan Covid-19 yang telah dilakukannya selama ini kepada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Akhirnya, Moeldoko pun memuji penanganan Covid-19 ala Wali Kota Risma itu.
Pemaparan penanganan Covid-19 tersebut dilakukan Wali Kota Risma dalam rangka menyambut kedatangan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersama rombongannya mengunjungi Rumah Dinas Wali Kota Surabaya di Jalan Sedap Malam Surabaya, Jumat (4/9/2020).
BACA JUGA:
- Surabaya Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah, Program Kemis Mlipis Curi Perhatian
- Sterilisasi Gratis Jadi Kado Ulang Tahun Surabaya ke-733, DKPP Siapkan Kuota 100 Kucing Lokal
- Wali Kota Eri Cahyadi Tunjuk Wawali Armuji dan Syamsul Hariadi Isi Posisi Plh Selama Ibadah Haji
- Kado HJKS ke-733, Pemkot Surabaya Tambah Empat Mobil Perpustakaan Listrik
Awalnya, Wali Kota Risma menjelaskan bahwa saat ini Pemkot Surabaya sudah bisa mengendalikan penyebaran Covid-19 di Kota Pahlawan. Buktinya, pertambahan kasus sudah tidak terlalu banyak dan tren kesembuhan terus meningkat setiap harinya. "Alhamdulillah, sekarang kami sudah bisa mengendalikan," kata Wali Kota Risma mengawali paparannya.
Menurutnya, keberhasilan itu tidak lepas dari berbagai upaya yang telah dilakukannya selama ini bersama jajarannya. Mulai dari membuat aplikasi untuk mengontrol data pasien Covid-19 hingga tracing yang masif dan detail.
Selain itu, ia juga memastikan bahwa pihaknya semakin masif melakukan rapid tes dan tes swab massal gratis kepada seluruh lapisan masyarakat. Bahkan, hampir setiap hari pemkot menggelar tes swab di Gelora Pancasila. "Kita terus melakukan tes, termasuk ibu hamil yang kandungannya berusia 37 minggu dan juga semua guru SD dan SMP kita tes," tegasnya.
Risma juga menjelaskan bahwa protokol kesehatan di semua komunitas terkecil diperketat, sehingga lahirlah kampung tangguh, mal tangguh, tempat ibadah tangguh, dan pasar tangguh. Bahkan, demi mengetuk pintu kesadaran warga, Wali Kota Risma mengakui bahwa hampir setiap akhir pekan keliling ke kampung-kampung dan gang-gang sempit untuk sosialisasi pakai masker dan selalu menjaga protokol kesehatan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




