Rabu, 02 Desember 2020 13:22

​Ngiler Masakan Pantai Masa Pandemi, Gubuk Iwak Segoro Jombang Jadi Sasaran

Rabu, 02 September 2020 16:29 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Aan Amrulloh
​Ngiler Masakan Pantai Masa Pandemi, Gubuk Iwak Segoro Jombang Jadi Sasaran
Pelanggan Gubuk Ikan Segoro. (foto: ist).

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Pada masa pandemi Covid-19, warga diimbau untuk menunda rencana berlibur. Di antaranya keinginan untuk melepaskan penat bersama keluarga ke pantai sekaligus menikmati masakan ikan laut.

Namun jangan khawatir, untuk bisa menikmati masakan khas pantai, tak perlu jauh-jauh. Sebab, di Jalan Kapten Piere Tendean, Desa Pulo Lor, Kecamatan/Kabupaten Jombang terdapat warung dengan nama Gubuk Iwak Segoro yang menyajikan berbagai jenis ikan laut seperti tongkol, cumi-cumi, hingga kepiting.

Tak jauh beda layaknya kuliner khas pantai, warung milik Joko Fattah Rachim (55) ini, menyajikan masakan ala hidangan pantai. Ikan laut segar yang didatangkan dari Sidoarjo dan Madura itu diolah dengan cara diasap di atas tungku.

Pengasapan di atas tungku tersebut untuk menjaga kualitas tekstur daging ikan. Dirinya juga memanfaatkan bara api dari batok kelapa dan tongkol jagung. Sedangkan untuk melengkapi masakannya, Fattah menyajikannya dengan berbagai jenis sambal. Mulai dari sambal terasi, sambal kecap, hingga sambal matah yang khas dengan bawang merah.

“Gubuk Iwak Segoro ini spesialnya ikan asap. Kita juga menawarkan olahan lain seperti cumi-cumi tepung, cumi-cumi asam manis, dan cumi-cumi lada hitam,” ujarnya, Rabu (2/9/2020).

Diakui Fattah, dirinya memilih masakan ikan asap karena di Jombang belum ada rumah makan yang menyediakan masakan jenis tersebut. Olahan ikan asap ini sekaligus disajikan bagi para pecinta kuliner khas pantai.

Warungnya juga dipenuhi dengan ornamen-ornamen yang menggambarkan suasana pantai. Ia menginginkan, masakannya itu bisa sedikit mengobati kerinduan pelanggannya terhadap suasana pantai. Terlebih lagi masa pandemi Covid-19 ini, memaksa orang untuk tidak berlibur ke pantai.

“Jadi orang tidak usah jauh-jauh ke pantai, di sini kita sajikan menu-menu khas pantai. Terutama menu ikan asap dan ikan bakar itu. Terlebih pandemi ini kan terlalu lama, orang-orang tidak bisa berlibur ke pantai, kuliner ini bisa jadi solusi,” tandasnya.

Tak ayal, warung ikan asap ini jadi sasaran warga pecinta kuliner ikan laut. Mereka datang dari lokal Kota Jombang. Pelanggannya yang datang biasanya rombongan keluarga, juga kelompok muda-mudi. Soal harga jangan khawatir, pastinya tidak akan menguras isi kantong. Ikan asap di Gubuk Iwak Segoro ini hanya dibanderol Rp 20-50 ribu, tergantung ukuran ikan.

“Banyak pelanggan yang ke sini. Ini tiga hari sudah habis 20 kilogram. Kita memang tidak ambil stok banyak, untuk menjaga kesegaran ikan. Kita tidak menjual sistem timbangan. Jadi kalau ikan besar kita hargai Rp 50 ribu, yang sedang Rp 30 ribu, yang kecil Rp 20 ribu,” ucap Fattah.

Rata-rata orang yang datang untuk menikmati ikan asap di Gubuk Iwak Segoro ini, kebanyakan mengaku untuk obat kangen akan suasana pantai. Seperti yang dirasakan oleh Khusnul Khatimah (37), Warga Kecamatan Peterongan, Jombang. Ia datang bersama lima temannya khusus untuk menikmati kuliner khas pantai tersebut.

“Ini kan ada pandemi, jadi belum bisa liburan ke pantai. Nah di sini ada makanan ikan asap seperti biasanya di pantai, jadi nyobain makan di sini. Ikannya enak, mantul. Suasananya juga enak, nyaman, seperti di pantai. Masakannya ikan laut semua,” pungkasnya. (aan/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...