"Ngamen Amal merupakan wujud nyata dan pemerintah akan selalu men-support," kata Marhaen kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (28/08).
Perbaikan rumah Sudarwoko (orang tua Avista) murni inisiatif dari masyarakat, tidak ada campur tangan pemerintah daerah. Meskipun pemerintah sendiri juga mempunyai program bedah rumah baik dari pusat, provinsi, maupun kabupaten.
"Saya ingin agar Avista bisa melanjutkan sekolah, jangan sampai putus. Setidaknya tamat SMA atau sederajat," pesannya.
Dalam kesempatan ini, Marhaen juga mengapresiasi peran media yang bisa cepat menginformasikan kondisi masyarakat yang terlewatkan. Ia berpesan kepada pemerintah di tingkat bawah untuk tidak alergi, bahkan menghindar dari media.









