Gubernur Khofifah Ajak Bangun Patriotisme-Nasionalisme Lewat Diplomasi Pangan Lokal

Yang cukup menggembirakan, ungkap Khofifah, beberapa produk olahan makanan non beras yang mampu menembus pasar ekspor yaitu gatot dan tiwul, ternyata memiliki pasar fanatik, terutana warga Jawa Timur yang berada di luar negeri. Bahkan, dalam satu bulan, salah satu pengusaha gatot dan tiwul mampu mengirimkan hingga 2 kontainer ke Hongkong, Taiwan, Malaysia, dan Singapura.

"Tiwul dan gatot ini pun juga sudah dikemas sedemikian rupa sehingga bisa dikirim ke luar negeri tanpa mengurangi rasa dan kandungan vitamin di dalamnya. Masyarakat Indonesia khususnya Jatim juga harus bisa mengonsumsi sekaligus memasarkan makanan khas lokal ini," tandas Khofifah.

Sementara itu, Khofifah menambahkan 33 persen PDRB Jawa Timur di-support oleh Industri Makanan dan Minuman (Mamin). Dengan melihat fakta tersebut, penguatan masif kepada sektor mamin, utamanya pengenalan pada produk berbahan baku pangan lokal seperti ganyong, garut, dan jelarot, menjadi satu hal yang menjanjikan.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Gubernur Khofifah Ajak Bangun Patriotisme-Nasionalisme Lewat Diplomasi Pangan Lokal - Halaman 2