Kamis, 17 Oktober 2019 23:26

Dipakai Pengeboran Migas, Lahan Perhutani KPH Padangan Bojonegoro Berkurang

Kamis, 22 Januari 2015 15:49 WIB
Editor: Revol
Wartawan: Eky Nurhadi
Dipakai Pengeboran Migas, Lahan Perhutani KPH Padangan Bojonegoro Berkurang
TIUNG BIRU: Pengeboran sumur minyak Tiung Biru memakai lahan hutan milik Perhutani KPH Padangan. Lokasi sumur itu berada di kawasan Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro. Foto: Eky Nurhadi/BangsaOnline

BOJONEGORO (BangsaOnline) – Luas lahan hutan milik Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Padangan berkurang sekitar lima hektare dari luas sebelumnya yang mencapai 27.833 hektare. Berkurangnya lahan hutan itu karena dipakai untuk kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumur Tiung Biru (TBR) yang dikelola oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu di Bojonegoro. 

Menurut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Perhutani KPH Padangan, Supriyatno, lahan hutan jati yang kini dipakai untuk kegiatan pengeboran minyak dan gas bumi yakni petak 43 c (sumur TBR A) seluas 2,12 hektare dan di petak 42 c (sumur TBR B) seluas 3 hektare masuk wilayah hutan Kalipan Kalisumber Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tegaron.

"Lahan hutan itu telah beralih fungsi menjadi lokasi pengeboran migas sumur Tiung Biru," ujar Supriyatno, Kamis (22/1/2015).

Ia mengatakan, sementara itu untuk perluasan lokasi sumur TBR C hingga kini masih dalam perencanaan. Nantinya luas lahan hutan yang digunakan untuk pengembangan sumur TBR C seluas 23 hektare.

Rencananya perluasan lahan yang dipakai untuk sumur TBR C itu terletak di petak 56c, 56d, 56e, 58b, 58c, 59a, 63b seluas 7,73 ha. Petak 59a, 60c, 60f, 63a, 63b seluas 15,16 hektare. Lahan itu berada di kawasan hutan Rayon Pemangkuan Hutan (RPH) Jambaran BKPH Tobo Karena dipakai untuk lokasi pengeboran migas, pihak Perhutani KPH Padangan akan mendapatkan lahan pengganti namun lahan pengganti itu bisa di wilayah Bojonegoro maupun di luar daerah. Hanya saja persyaratannya harus berada di kawasan dekat hutan.

Sementara itu, apabila lahan yang kini dipakai pengeboran minyak dan gas bumi itu sudah tidak dipakai lagi, maka bisa dikelola kembali untuk ditanami pohon atau tumbuhan. Tetapi pengembalian lahan yang dipakai untuk pengeboran minyak dan gas itu sekitar 60 sampai 70 tahun lagi atau jika minyak dan gas bumi yang ada di perut bumi sudah habis.

Sementara itu, proses tukar guling lahan milik Perhutani KPH Padangan seluas 23 hektare untuk pengembangan lapangan sumur TBR C di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, belum rampung. Sejauh ini masih menunggu izin pinjam pakai dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

"Sebetulnya tidak ada permasalahan dalam tukar guling itu, hanya saja masih dalam proses di tingkat direksi," ujar Supriyatno.

Kendati begitu, kini pihak KPH Padangan telah membuat dan menyiapkan pal batas yang nantinya akan digunakan sebagai patok perbatasan lahan. Sehingga, saat izin tersebut turun maka bisa langsung dipasang.
"Kemungkinan besar kebutuhan lahan itu tidak bertambah,” ujarnya.

Sementara itu, produksi minyak mentah sumur TBR A dan TBR B di kawasan Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro kini mencapai 1.400 barel per hari. Sebelumnya produksi minyak mentah sumur TBR A dan TBR B yang berada di daerah perbukitan dan hutan itu sekitar 900 barel per hari.

Menurut Legal and Relations Manager PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Sigit Dwi Aryono, kenaikan produksi minyak mentah Sumur Tiung Biru A dilakukan secara bertahap.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...