Rabu, 05 Agustus 2020 19:57

Wali Kota Risma Sambut Kedatangan Santri Hidayatullah di Tengah Pandemi

Kamis, 30 Juli 2020 21:27 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yudi Arianto
Wali Kota Risma Sambut Kedatangan Santri Hidayatullah di Tengah Pandemi
Wali Kota Risma saat menerima kunjungan dari jajaran Pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Kamis (30/7/2020). (foto: ist).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menerima kunjungan dari jajaran Pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Kamis (30/7/2020). Mereka diskusi tentang rencana kembalinya santri ke pondok pesantren sembari mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 ini.

Usai berdiskusi, Wali Kota Risma meminta kepada mereka untuk melakukan rapid test terlebih dahulu, baik santri yang baru datang ke pondok, semua guru, atau ustaznya, petugas kebersihan dan keamanan, serta orang-orang yang beraktivitas di pondok pesantren itu, terutama yang keluar-masuk pondok pesantren.

"Jadi, nanti semuanya harus di-rapid test dulu, semuanya tanpa terkecuali, kita sediakan gratis nanti, kita fasilitasi. Bahkan kalau perlu, orang tua santri yang mengantar ke pondok juga harus dites," kata Risma dalam pertemuan tersebut.

Menurutnya, jika nanti ditemukan ada yang reaktif ketika di-rapid test, maka akan dites swab dan akan diisolasi dahulu sembari menunggu hasil tes swab-nya. Kemudian, jika santri itu sudah negatif atau sudah sembuh, maka akan dikembalikan lagi ke pondok pesantren.

"Kalau imunnya kuat, mungkin tidak lama kok Ustaz isolasinya, nanti kami tes lagi. Nah, jika sudah negatif, kami akan kirim lagi ke njenengan (Anda)," katanya.

Selain itu, Risma juga meminta mereka untuk memperketat protokol kesehatannya, baik jalan masuk dan keluarnya santri, penyediaan fasilitas cuci tangan, bilik sterilisasi, serta kamar mandinya harus selalu bersih dan steril. Bahkan, Risma siap membantu mereka wastafel dan bilik sterilisasi. "Insya Allah nanti akan kami bantu lagi," tegasnya.

Di samping itu, Presiden UCLG Aspac ini juga meminta mereka untuk mengurangi jam masuknya, tidak boleh sama dengan jam masuk sebelum pandemi. Ia juga tak lupa menganjurkan untuk tidak menggunakan AC di ruangan, karena hal itu bisa berpotensi menularkan virus baru ini.

"Jadi, tolong semua protokol kesehatan yang sudah disiapkan nanti diserahkan kepada kami, nanti akan ada tim yang evaluasi ke sana terkait persiapan protokol kesehatan ini," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, Syamsuddin mengatakan, pondok pesantren ini santrinya sangat banyak, sekitar 2.250 orang. Makanya, ia menilai perlu untuk meminta saran dan masukan serta bantuan dari Wali Kota Risma karena para santri itu akan segera kembali ke pondok.

"Jadi, kami meminta dukungan dari Bu Wali terkait santri yang boarding atau yang mondok ini, karena mereka itu terdiri dari SMP dan SMA serta mahasiswa," kata Syamsuddin.

Ia bersama pengurus pondok lainnya akhirnya bisa bernapas lega setelah Wali Kota Risma menyetujui dan mengizinkan mereka untuk mengaktifkan kembali pondoknya. Bahkan, Wali Kota Risma juga sudah siap untuk memberikan fasilitas rapid test kepada semuanya, sehingga mereka semakin senang dan bersyukur.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bu Wali. Sebab, beliau sangat detail memahami situasi dan kondisi Surabaya dan sangat cepat melakukan respons terkait permasalahan-permasalahan di Surabaya," kata dia.

Oleh karena itu, berdasarkan diskusi dengan Risma, maka rapid test akan dilakukan pada saat kembalinya para santri yang dilakukan secara bertahap. Tahap pertama santri itu akan kembali pada tanggal 2 Agustus 2020, tahap kedua pada tanggal 3 Agustus 2020, dan tahap ketiga pada tanggal 16 Agustus 2020.

"Pada tanggal 2 itu kemungkinan akan diikuti oleh sekitar 300 orang yang terdiri dari santri, semua guru dan pengurus pesantren, serta orang-orang yang beraktivitas di pesantren. Kemudian tanggal 3 mungkin akan diikuti oleh 150 orang dan tanggal 16 mungkin 100 orang. Jadi, ini bertahap kembalinya ke pondok. Semoga lancar semuanya dan tidak ada hal-hal yang tidak kita inginkan," pungkasnya. (ian/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...