Senin, 10 Agustus 2020 22:24

​Seorang Kades di Kabupaten Blitar Positif Corona, Kantor Desa Ditutup Sepekan

Jumat, 03 Juli 2020 14:58 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Akina Nur Alana
​Seorang Kades di Kabupaten Blitar Positif Corona, Kantor Desa Ditutup Sepekan
Jubir Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Blitar, Krisna Yekti.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Seorang kepala desa (kades) di Kabupaten Blitar positif virus corona (Covid-19). Akibatnya, kantor desa tempat kades tersebut bertugas, ditutup selama enam hari. Terhitung sejak 29 Juni hingga 5 Juli 2020.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Blitar, Krisna Yekti mengatakan, penutupan dilakukan untuk memutus penularan Covid-19 di tempat tersebut.

"Jadi pada 29 Juni 2020 lalu kami merilis data lima tambahan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Blitar. Nah, dari data yang kami rilis itu dua dari sebuah instansi yang ada di Kecamatan Selopuro. Satu seorang tenaga kesehatan di Puskesmas Selopuro seorang wanita berusia 38 tahun dan satu seorang pria berusia 47 tahun, Kades Selopuro," ujar Krisna kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (3/7/2020).

Krisna menjelaskan, pada 14 Juni 2020 lalu ada seorang warga Selopuro yang positif Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG). Pasca adanya kasus OTG ini, dilakukan tes massal di Kecamatan Selopuro yang diikuti muspika, petugas medis, dan kades. Hasilnya, dari sekitar 50 orang yang di-rapid test ada 22 yang reaktif. Mereka yang reaktif langsung diambil tes swab dan hasilnya dua terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona.

"Jadi kan dulu di Kecamatan Selopuro itu ada yang OTG. Kemudian dilakukan rapid test massal. Dalam rapid test massal ini yang ikut ada dari kecamatan, petugas kesehatan puskesmas, dan kepala desa. Nah, hasilnya ada yang reaktif kemudian di-swab test dan dari hasil swab test ada dua yang positif, yakni kades dan tenaga kesehatan itu," ujarnya.

Camat Selopuro, Deny Chandra Himawan saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa untuk pelayanan kepada masyarakat di Desa Selopuro tetap berjalan. Namun, masyarakat yang memiliki kepentingan diminta untuk mendatangi rumah perangkat desa.

Sementara kegiatan pemerintah desa, lanjutnya, secara teknis dikoordinir oleh sekdes dengan tetap koordinasi dan komunikasi dengan kades.

"Kondisi Pak Kades Alhamdulillah baik dan masih bisa memberi arahan kepada sekdes lewat telepon, sedangkan pelayanan selama kantor tutup tetap jalan dengan mengarahkan masyarakat untuk mendatangi rumah perangkat desa," paparnya.

Sementara itu, selain Kantor Desa Selopuro, Puskesmas Kecamatan Selopuro juga di-lockdown selama lima hari. Sebelumnya, Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Blitar dan Kantor Kecamatan Srengat juga sempat ditutup karena di masing-masing instansi itu ada 1 ASN yang dinyatakan positif Covid-19.

Krisna menambahkan, penutupan atau lockdown di masing-masing instansi ini memang waktunya berbeda-beda. "Menyesuaikan waktu isolasi mandiri ASN yang dinyatakan reaktif. Jadi, sambil menunggu hasil swab test mereka yang reaktif sudah isolasi mandiri selama 14 hari, nah begitu hasil swab keluar, maka penutupan tinggal menyesuaikan kekurangan masa isolasi," tutup Krisna.

Sebagaimana diketahui, hingga Jumat 3 Juli 2020, Kabupaten Blitar mencatat kasus positif Covid-19 sebanyak 31 kasus. Perinciannya, 17 orang sembuh, sembilan orang dirawat, dan lima orang meninggal dunia. (ina/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 10 Agustus 2020 20:48 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tidak tanggung-tanggung, Pemkab Ngawi telah menyiapkan anggaran dari APBD senilai Rp 9,1 miliar untuk membuat area yang digadang-gadang akan menyerupai kawasan Malioboro Jogja.Budi Sulistyono, Bupati Ngawi melakukan pen...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...