Rabu, 08 Juli 2020 21:41

Memotivasi Santri, Gubernur Khofifah: Santri Bisa Jadi Jenderal, Guru Besar, Bahkan Presiden

Senin, 29 Juni 2020 18:43 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Memotivasi Santri, Gubernur Khofifah: Santri Bisa Jadi Jenderal, Guru Besar, Bahkan Presiden
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membagikan 5.000 masker pada para santri Ponpes Syaichona Cholil, Bangkalan, Sabtu (27/6) sore.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansyah, dan Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran, membagikan 5.000 masker kepada para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, Sabtu (27/6) sore.

Kegiatan bagi masker sesungguhnya secara terus menerus dilakukan jajaran Forkopimda Jatim, baik di pasar, di terminal, maupun di pesantren serta titik kerumunan masa lainnya.

Dalam sambutannya saat berkunjung ke pesantren Syaichona Cholil Bangkalan, Gubernur Khofifah memompa motivasi dan semangat para santri agar bercita-cita tinggi, dan terus berjuang meraihnya.

Orang nomor satu di Jatim ini juga mendoakan para santri kelak akan menjadi orang sukses, dan memegang amanah penting di negeri ini. Menurutnya, santri pun bisa jadi jenderal, guru besar, bahkan presiden seperti Gus Dur.

“Mudah-mudahan yang sekarang nyantri di Ponpes Syaichona Cholil ini kelak yang menjadi anggota polisi atau TNI bisa jadi Jenderal, profesor bahkan jadi presiden seperti Gus Dur,” kata Khofifah.

Orang nomor satu di Jatim ini mengatakan, cita-cita itu bisa saja terwujud. Sebab, sudah ada buktinya. Yakni, Bupati Bangkalan, KH. R. Abdul Latif Amin Imron merupakan seorang santri, yang juga dzuriyah Ponpes Syaichona Cholil, Bangkalan. Kemudian, ada KH. Nasih yang juga mengemban amanah di DPRD Jatim.

“Dulu susah kita dapat Bupati Al Mukarom, tetapi sekarang Al Mukarom Bapak Bupati Bangkalan, yang juga seorang kiai. Kemudian jika ada yang ingin mengikuti jejak KH. Nasih menjadi anggota DPR, insyaallah besar sekali manfaatnya karena akan bisa membawa suara masyarakat, terutama masyarakat Pesantren, juga suara masyarakat Madura,” ujarnya.

Gubernur wanita pertama di Jatim ini optimis, kelak berprofesi sebagai apapun, para santri akan menuai kesuksesan. Sebab etos kerja masyarakat Madura, yang terkenal memiliki budaya bekerja keras luar biasa. Hal itulah yang dibutuhkan oleh negeri ini, yakni sumber daya mausia yang profesional, terampil, dan juga siap bekerja keras.

Pernyataan Gubernur Khofifah pun diamini oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol M Fadil Imran. Menurutnya, santri tidak boleh berkecil hati dan harus percaya diri meraih cita-cita. Sebab, tidak ada yang tidak mungkin jika diri kita mau berusaha, disiplin, dan memiliki tekad yang kuat.

“Saya dulu juga dari kampung, kemudian karena rajin belajar dan disiplin, saya bisa menjadi Jenderal. Jadi jangan pernah berkecil hati,” tegasnya.

Senada dengan Kapolda Jatim, Pangdam V/Brawijaya, Mayjend TNI Widodo Iryansyah berharap, para santri inilah yang kelak akan memmpin bangsa ini. Sebab, para santri dibekali ilmu agama, sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi, yang kelak akan berguna bagi masa depan bangsa dan negara. (tim)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...