Dr. KH. Husnul Khuluq. foto: jp
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Tokoh NU Dr. KH. Husnul Khuluq menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Anwar Sadad, yang mengeritik kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena membentuk lumbung pangan bagi warga terdampak Covid-19. Sebelumnya, Anwar Sadad yang Sekretaris Gerindra Jawa Timur itu menilai pembentukan lumbung pangan mematikan pedagang kecil di kampung.
Husnul Khuluq menilai apa yang disampaikan Anwar Sadad itu justru bertentangan dengan realitas di masyarakat. Sebab tugas utama pemerintah adalah menyiapkan kebutuhan barang, termasuk pangan dan melayani masyarakat.
BACA JUGA:
- Tinjau Pasar Banjarejo, Gubernur Khofifah Pastikan Harga Stabil Jelang Idul Adha 2026
- Pastikan Stok Hewan Kurban Cukup, Gubernur Khofifah Tinjau Koperasi Ternak di Lamongan
- Program Bongkar Ratoon Tebu Dimulai di Desa Pinggirsari
- Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp1,819 Miliar untuk Masyarakat Kota Kediri
“Pemprov sudah sangat tepat dengan menyiapkan lumbung pangan ini. Artinya stok pangan di Jawa Timur ini aman. Dari data yang ada, untuk beras saja masih surplus 1.1 juta ton,” kata Husnul Khuluq dalam keterangan tertulisnya kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (21/4/2020). Dengan demikian, kata dia, tidak terjadi panic buying di masyarakat yang bisa menimbulkan chaos.
Menurut mantan Ketua PCNU Gresik tiga periode itu, dari sisi good government, langkah Pemprov Jatim ini menunjukkan akuntabilitas, responsibilitas, dan kepastian pemerintah dalam setiap pengambilan kebijakan.
“Pemerintah harus hadir mengisi ruang yang dibutuhkan masyarakat. Kalau ruang ini tidak diisi oleh pemerintah dan dimanfaatkan oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab maka pemerintah dianggap lalai dan mencederai masyarakat,” tegas mantan Sekda Kabupaten Gresik itu.
Husnul Khuluq juga mengatakan bahwa dalam sub sistem ketahanan pangan ada sistem utama, yaitu ketersediaan, akses, dan penyiapan pangan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




