
TUBAN (BangsaOnline) - Akibat banjir yang melanda wilayah Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban yang terjadi pada beberapa hari lalu kerugian ditaksir selitar 700 juta hingga 1 milyar.
“Ditaksir akibat banjir pada beberapa hari yang lalu kerugiannya sekitar 700 juta hingga 1 milyar,” ujar Sekcam Montong, Maftukhin Reza ketika dikonfirmasi, Senin (29/12)
Menurutnya, kerugian sebesar itu disebabkan beberapa hal. Diantaranya keadaan jalan yang rusak, plengsengan yang rusak dan ratusan hektar tanaman padi yang rusak akibat banjir kala itu. Selain itu, banyak juga rumah warga yang rusak. Kendati demikian, rusaknya beberapa fasilitas diakibatkan banjir itu tidak hanya menjadi tanggung jawab pihaknya saja. Namun ada pihak rekanan yang ikut bertanggung jawab atas rusaknya fasilitas itu.
“Seperti jalan penghubung kecamatan keadaannya rusak dan plengsengan juga rusak. Kalau seperti itu menjadi tanggung jawa rekanan,” terangnya.
Ditambahkannya, kerugian yang ditaksir mencapai 1 milyar itu karena ratusan hektar tanaman padi milik petani telah rusak akibat banjir itu. Kemudian disusul jalan yang mengelupas serta beberapa plengsengan juga ikut rusak.
“Saat ini bantuan yang sudah diterima masyarakat air bersih dan beberapa sembako, sementara jalan yang rusak akibat banjir sudah ditangani oleh rekanan,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Hujan lebat disertai angin pada Sabtu (27/12) sore hingga tengah malam, membuat 8 kecamatan di Tuban mengalami banjir. Delapan kecamatan itu Kecamatan Montong, Kerek, Singgahan, Merakurak, Rengel, Tambakboyo, Parengan dan Kecamatan kota Tuban.
Sedangkan, banjir yang melanda Kecamatan Montong merupakan banjir terparah diantara 8 kecamatan yang lain. Sebab terdapat lima desa yang telah diterjang banjir, yakni Desa Talangkembar, Sumurgung, Pakel, Montongsekar dan Guwoterus.
Sementara itu, informasinya banjir yang melanda wilayah Kecamatan Montong ini merupakan banjir terbesar yang sebelumnya pernah terjadi pada tahun 1977, 1999-2000, 2007 dan 2014 ini.



