Dari kiri, Juru Bicara Tim Komunikasi Penanganan Covid-19 Pemkab Kediri dr. Bambang Triono Putro, Bupati dr. Hj. Haryanti Sutrisno, Dandim 0809 Letkol Kav. Dwi Agung, Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana, dan Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
"Semua rumah sakit harus menyiapkan diri dengan mengadakan ruang isolasi," kata dr. Bambang.
Sementara itu, Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno mengatakan bahwa obat yang paling mujarab agar terhindar dari virus Corona adalah mengisolasi diri di rumah, mengurangi kontak langsung dengan orang lain, dan tidak berada dalam kerumunan massa dalam jumlah besar.
“Jadi, tidak ada kontak langsung dengan orang lain dalam bentuk apapun,” kata Bupati.
Sejauh ini berdasarkan data, di Kabupaten Kediri yang berstatus Orang Dalam Risiko (ODR) 493, status PDP 2 orang, dan positif 1 orang. Satu pasien status positif ini kiriman dari Blitar, karena RSUD Kabupaten Kediri di Pare adalah salah satu rumah sakit rujukan di Jawa Timur untuk menangani masalah Corona.
Hadir dalam deklarasi itu antara lain Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno, Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono, Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana, Dandim 0809 Kediri Letkol Kav. Dwi Agung, para direktur rumah sakit dan undangan lainnya. (uji/far)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




