Salah satu petani di Jember sedang menyemprotkan pestisida ke tanaman padinya.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember Jumantoro menyebutkan, puluhan hektare tanaman padi setempat diserang hama wereng beberapa terakhir ini. Hal itu disebabkan cuaca tak menentu, yakni kadang panas dan tiba-tiba hujan.
Kondisi tersebut membuat areal persawahan di Jember rentan dengan organisme pengganggu tanaman (opt). Terkait obat pembasmi hama, petani pun dihmbau konsultasi dengan penyuluh.
BACA JUGA:
- Bupati Jember Serap Aspirasi Petani Lewat Forum ‘Guse Menyapa Semboro’
- Wujudkan Ketahanan Pangan, Pemkab Jember Resmikan Pabrik Pupuk Organik
- Data BPS Ungkap Penurunan Lahan Pertanian dan Produksi Padi di Jember 3,4%, ini Saran LP2M Unej
- Jember Mulai Uji Coba Pupuk Organik Produksi Sendiri, Bupati Klaim Ada Peningkatan Produktivitas
Pasalnya jika berkomunikasi langsung dengan toko atau kios pertanian, Jumatoro khawatir petani ditawari obat yang berharga mahal, tetapi tidak seimbang dengan kualitasnya.
Ia menyayangkan kondisi ini yang tidak diantisipasi serius oleh pemerintah daerah setempat. "Beberapa hari ini, areal persawahan banyak diserang hama wereng. Sementara ini perhitungan awal luasan areal sawah yang diserang opt seluas 50-100 hektare (Ha). Kondisi ini memperihatinkan," kata Jumantoro, Jumat (28/2/2020).
Dari informasi HKTI, serangan hama wereng ini terjadi di berbagai kecamatan di Jember. "Seperti Ambulu, Tanggul, Ajung, Wuluhan, dan Sumbersari. Hama wereng ini mulai menyerang. Jika dibiarkan, bisa jadi terjadi gagal panen," sebutnya.
Jumantoro meminta kepada semua petani yang sawahnya diserang hama, sementara segera koordinasi dengan petugas setempat seperti penyuluh, kepala desa, dan babinsa setempat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




