SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep terus berupaya meningkatkan minat baca masyarakat. Salah satunya dengan melakukan kegiatan Dongeng Keliling Desa bersama relawan Rumah Cerita OKARA.
Seperti kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (23/02/20), Perpusda menggelar Perpustakaan Keliling bersama Komunitas OKARA ke Kecamatan Batang-Batang, tepatnya di RA Miftahul Ulum Desa Batang-Batang Daya.
Pada kesempatan itu, hadir Budayawan Nasional asal Sumenep, D. Zawawi Imron, yang sekaligus merupakan Ketua Yayasan Miftahul Ulum.
Ia meminta agar budaya mendongeng terus dilestarikan, karena sangat berguna untuk generasi bangsa. "Budaya mendongeng itu sangat bagus untuk terus diperkenalkan dan ditekuni, jangan setengah-setengah," imbaunya saat mengobrol di Kantor RA Miftahul Ulum sebelum acara dimulai.
Acara kegiatan yang dimulai dengan mainan dan tebak-tebakan ini dimaksudkan untuk membuat anak senang dan ceria. Kemudian, anak-anak didampingi untuk membaca buku. Ratusan judul buku bergambar telah disiapkan di dalam mobil perpustakaan keliling agar minat baca anak meningkat.
Sementara relawan OKARA yang dikomandani Kak Avan langsung membaur dengan anak-anak untuk membacakan buku cerita secara berkelompok. Setelah itu baru dilanjutkan dengan senam anak, game edukatif, mendongeng, dan bagi-bagi doorprize bagi anak yang berhasil menjawab pertanyaan dari Kak Avan dan kawan-kawan.
Kak Avan mengaku bangga atas antusiasme yang ditunjukkan anak-anak tersebut. Menurutnya, itu menjadi bukti bahwa dunia dongeng adalah dunia yang menyenangkan. Dari dongeng, anak-anak akan belajar banyak hal.
"Anak-anak akan belajar banyak, terutama tentang nilai-nilai karakter," ujar Kak Avan setelah kegiatan dongeng ceria selesai dilakoni.
Sedangkan perwakilan guru RA Miftahul Ulum, Vera, menyampaikan apresiasi terhadap program dongeng keliling tersebut. Pihaknya sangat senang, komunitas Rumah Cerita OKARA dan perpustakaan keliling bersedia datang ke lembaganya.
"Kami senang dengan kehadiran Tim OKARA dan Perpus keliling ini. Bahkan, anak-anak kami, termasuk guru-gurunya dari kemarin sudah tidak sabar menunggu," ujarnya. (aln/rev)




