Rabu, 05 Agustus 2020 02:46

​Pemkab Pacitan Awasi ASN yang Terlibat Dalam Jaringan Radikalisme

Rabu, 19 Februari 2020 18:07 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yuniardi Sutondo
​Pemkab Pacitan Awasi ASN yang Terlibat Dalam Jaringan Radikalisme
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pacitan, Tri Mudjiharto.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Ini peringatan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Pacitan, utamanya dalam melakukan postingan di jejaring media sosialnya. 

Pasalnya, apapun bentuk tulisan maupun postingan yang diunggah di medsos mereka, tak lepas dari pantauan. Utamanya, mereka yang terindikasi dalam jaringan radikalisme, yang berpotensi merongrong kedaulatan negara.

Hal tersebut didasarkan pada Surat Edaran (SE) Menteri PAN dan RB No. 137/2018 tentang Penyebarluasan Informasi Melalui Media Sosial bagi ASN. 

"Selama ini kita hanya sebatas melakukan pemantauan bersama pihak berwajib. Utamanya satuan intelijen untuk memantau semua aktivitas masyarakat, khususnya para ASN. Namun bagaimana hasilnya, sejauh ini masih tahap pemantauan. Kami belum bisa memberikan informasi atau data apapun terkait hal itu," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pacitan, Tri Mudjiharto di sela-sela prosesi Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-275, Rabu (19/2).

Sementara itu, sebagaimana informasi yang dirangkum media dari sumber yang bisa dipercaya, bahwa saat ini diduga ada belasan ASN lingkup Pemkab Pacitan yang terindikasi masuk dalam jaringan radikalisme.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Tri Mudjiharto mengaku belum bisa memberikan keterangan. "Kami hanya sebatas melakukan koordinasi. Sepenuhnya itu kewenangan pihak yang berkompeten, yaitu TNI maupun polri," jelasnya.

Ie menjelaskan, ada tiga tingkatan seseorang masuk dalam jaringan radikalisme. Yang pertama mereka menganggap seseorang atau kelompok yang berbeda keyakinan merupakan kafir dan harus diperangi atau dimusuhi. Fase yang kedua, yaitu kelompok jihad. Yaitu mereka yang berbeda keyakinannya harus dilawan dengan kekerasan atau bahkan membunuhnya. Tindakan tersebut dikamnainya sebagi jihad.

"Dan fase paling puncak yaitu, mereka yang mewacanakan ideologi baru dan bertentangan dengan ideologi yang telah ada," paparnya. (yun/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...