NGANJUK (BangsaOnline) - Pasca diterjang banjir pada kamis malam,
Warga dan Siswa sekolah dasar dan warga yang kebanjiran harus disibukan
membersihkan sisa-sisa endapan lumpur banjir, setelah banjir surut.
Banjir
yang merendam delapan desa di kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk malam
itu terjadi dengan tiba-tiba, beruntung kejadian itu tidak menimbulkan
korban jiwa.
Tetapi dari catatan tim Taruna tanggap bencana (tagana)
Nganjuk, tercatat ada salah satu rumah warga yang roboh, rumah milik
Suminem lansia yang hidup sebatang kara ini rumahnya roboh diterjang
banjir malam itu, beruntung Suminem saat kejadian tidak berada di rumah
sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Selain warga yang
dibantu Polri, TNI, TAGANA, dan Siswa SD di dua sekolah yakni SDN Rejoso
1 dan juga SDN Jatirejo, juga melakukan hal yang sama, mereka
membersihkan sisa-sisa lumpur yang berada di dalam kelas.
Kecamatan
Rejoso merupakan kecamatan yang menjadi langganan banjir, setiap tahun
kecamatan tersebut pada musim penghujan selalu di genangi air, akibat
dari meluapnya sungai Samantok yang melintas di kecamatan Rejoso.
Hingga
Jum’at siang, genangan air juga masih menggenangi sejumlah lahan
persawahan milik petani, serta jalan antar kecamatan yang menghubungkan
kecamatan Rejoso dengan kecamatan Kota Nganjuik.
Menurut
keterangan AKP . Sudarman, kapolsek Rejoso Saat di konfirmasi
mengatakan, ada sekitar 12 Desa yang terkena banjir bandang malam itu,
pihak Kepolisian, Bekerja sama dengan, TNI, TAGANA membantu warga untuk
melakukan evakuasi terhadap para korban banjir.
Asiati guru di SDN Rejoso 1 mengaku, hampir setiap musim hujan, banjir selalu melanda sekolah mereka, dan akibatnya kegiatan belajar mengajar menjadi terganggu, karena banyak lumpur yang mengendap di dalam kelas. Selain menyebabkan kelas kotor, banjir juga merendam buku pelajaran dan juga alat-alat kantor milik sekolah. Bahkan banjir kali ini juga menghanyutkan laporan guru juga laporan BOS.
“Setiap tahun sekolah kami selalu di landa banjir bandang, banyak buku – buku, dan laporan Dana Bos Sekolah ikut hanyut oleh Banjir, terpaksa, kami tidak bisa melakukan aktifitas belajar mengajar, seluruh Siswa dan Ibu Bapak Guru melakukan pembersihan ruang sekolah yang terkena lumpur akibat banjir semalam, jelasnya.



