
Agar situasi aksi tidak semakin memanas, lima perwakilan mahasiswa itu kemudian diajak musyawarah untuk menyampaikan aspirasinya di ruang lobi Pemkot.
Ada beberapa item yang menjadi aspirasi para mahasiswa. Yakni soal pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan soal lingkungan. “Kami minta Pemkot tidak tebang pilih soal pemberian bantuan seragam gratis untuk siswa SD/SMP. Sehingga, tidak menimbulkan persepsi negatif,” ujar Abu Hanifah.
Menurut Wakil Wali Kota, H. M. Soufis Subri, selama ini Pemkot Probolinggo tidak tebang pilih soal bantuan seragam gratis. Di tahun 2020 ini, Pemkot berupaya semua sekolah mendapatkannya. Baik itu sekolah Negeri maupun Swasta.










