Khofifah menjelaskan, dalam memasuki era digital ekonomi maka produk-produk OPOP harus bisa ikut bersaing. Terlebih, saat ini telah berlangsung financial technology yang dimungkinkan ada kekhawatiran ketidakmampuan untuk menghadapinya. Untuk itu diperlukan pemikiran dan tindakan yang inovatif dan progresif.
"Hari ini, mari kita berniat melakukan lompatan ekonomi berbasis pesantren, Insyaallah dengan terus meningkatkan kemampuan, inovasi dan progresifitas maka kita bisa menembus pasar baik online maupun offline secara terukur dan berjejaring luas," tukas gubernur perempuan pertama di Jatim ini dengan optimis.
Untuk itu, Khofifah mengimbau agar semua masyarakat khususnya para santri mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan tantangan saat ini, utamanya dalam hal digital ekonomi. Apalagi, dalam hal perdagangan saat ini hampir semuanya dilakukan secara digital.











