Rabu, 23 Oktober 2019 08:02

Jatim Juara Umum PON Remaja, Kontingen DKI Tuduh Curang

Minggu, 14 Desember 2014 20:59 WIB
Editor: m mas'ud adnan
Wartawan: diday
Jatim Juara Umum PON Remaja, Kontingen DKI Tuduh Curang
foto: lensaindonesia

BangsaOnline-Meskipun PON Remaja I baru resmi ditutup pada tanggal 15 Desember 2014, namun sehari sebelum penutupan kontingen Jawa Timur dipastikan meraih juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja pertama yang digelar di Surabaya dan Sidoarjo. Data yang diperoleh dari Sekretariat Panitia Besar PON Remaja I/2014 di Surabaya, Minggu (14/12), kontingen Jatim untuk sementara berada di peringkat teratas dengan mengumpulkan 35 medali emas, 27 perak dan 15 perunggu. Sehingga tak terkejar lagi oleh saingan terdekatnya, kontingen DKI Jakarta.

Gelar juara umum yang berhasil diraih kontingen atlet remaja jatim itu mendapat apresiasi dari anggota DPRD Jawa Timur, Kartika Hidayati. Menurut Kartika, gelar juara umum memang sudah seharusnya berada dalam genggaman Jatim. Sebab, sebagai tuan rumah, dukungan moril yang luar biasa diberikan oleh warga Jatim.

Politisi perempuan asal Fraksi PKB itu membeberkan, uang rakyat yang berasal dari APBD juga digelontorkan tak sedikit untuk menunjang persiapan atlet-atlet remaja Jawa Timur agar bisa bersaing dengan atlet dari daerah lain. Demikian pula dengan fasilitas dan infrastruktur penunjang yang diberikan untuk mendukung Jatim baik sebagai peserta maupun sebagai tuan rumah. Dengan kata lain dukungan total diberikan oleh DPRD Jatim khususnya Komisi E yang menyetujui anggaran APBD untuk kontingen Jatim.

“Kami memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada atlet dan pembina olah raga serta stakeholder terkait, sehingga Jatim bisa meraih juara umum PON Remaja. Saya berharap ini adalah kemenangan yang bermartabat dengan menjunjung semangat fair play,”tutur anggota Komisi E ini, kemarin.

Terpisah, Ketua Kontingen DKI Jakarta dalam PON Remaja 2014, Icuk Sugiarto justru memberi catatan khusus pada gelar juara umum yang diraih kontingen tuan rumah. Mantan juara dunia bulutangkis itu menilai pelaksanaan PON Remaja 2014 sudah ternoda oleh kecurangan akibat tindakan tuan rumah yang tidak menjunjung sportifitas dan nilai-nilai fair play demi mengejar medali emas serta gelar juara umum.

Wakil Ketua KONI DKI ini melanjutkan, PON Remaja I yang diharapkan menjadi pondasi pembangunan prestasi olahraga nasional ke depan ini dinilai sudah ternoda oleh ulah pihak-pihak yang memaksakan kehendak, meski dilakukan dengan cara melanggar peraturan yang sudah ditetapkan.

Adapun permasalahan yang dikedepankan oleh DKI adalah kuota atlet yang ditetapkan untuk cabang bulutangkis, tenis dan tenis meja yaitu dengan dua orang terdiri satu atlet putra dan satu atlet putri. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tim bulutangkis Jatim terdiri dari 4 atlet, satu atlet tunggal putra, satu tunggal putri dan satu pasang ganda campuran.

“Jelas, jumlah empat orang atlet tersebut sudah melanggar ketentuan dan mencederai nilai sportivitas yang diucapkan Ketua PB PON Remaja I, Gubernur Jatim, Ketua Umum KONI Pusat dan Menpora pada pembukaan 9 Desember 2014,”kata Icuk Sugiarto dalam surat protes resminya kepada Panitia Pengurus Besar PON Remaja I.

Dijelaskan, kelebihan jumlah atau kuota atlet Tim Jawa Timur pada cabang bulutangkis disinyalir juga terjadi pula pada cabang tenis dan tenis meja. Dan sepertinya apa yang terjadi ini, adalah bagian akal-akalan Jawa Timur untuk menghalalkan segala cara , wajar saja bila ini menuai protes.

Dan lebih parah lagi, tidak hanya soal kuota atlet yang dilanggar Jatim, para pendukung Jatim juga melakukan intimidasi yang dinilai berprilaku tidak senonoh dan mengucapkan kata-kata yang sangat tidak sopan dan pantas bahkan menjurus SARA dan RASIS, apalagi ditujukan kepada atlet remaja harapan Bangsa.

“Sudah pasti ulah dan tindakan supporter tersebut sangat mengganggu pemain. Lebih parah lagi kondisi ini tidak mampu diatasi panitia Pelaksana. Selain itu, tempat pertandingan bulutangkis tidak terlihat adanya petugas keamanan,” tambah Icuk. 

Rencananya  PON Remaja 2014 Jawa Timur akan ditutup di Gelora Delta Sidoarjo, Senin (15/12/2014), seusai pelaksanaan final cabang olahraga sepakbola yang akan digelar pukul 15.30 WIB.

 

(mdr)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 22 Oktober 2019 23:46 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Hutan Kota Balas Klumprik menyediakan area Bumi Perkemahan. Hutan Kota yang dikenal dengan sebutan Taman Hutan Raya ini terletak di belakang Kantor Kelurahan Balas Klumprik, Wiyung. Dari sekitar 4,3 hektare luas hutan kot...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Senin, 21 Oktober 2019 12:15 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...