Selasa, 11 Agustus 2020 11:23

​Tampil Bareng di Parade Surabaya Juang 2019, Begini Pesan Wali Kota dan Wawali

Minggu, 10 November 2019 18:43 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Arianto
​Tampil Bareng di Parade Surabaya Juang 2019, Begini Pesan Wali Kota dan Wawali
Wali Kota Risma saat memberangkatkan peserta Parade Surabaya Juang 2019. foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ribuan orang dengan berpakaian lengkap ala pejuang, berjejer sembari menenteng berbagai senjata, di depan Kantor Bappeda Provinsi Jatim (Pintu Masuk Timur Tugu Pahlawan), Sabtu (09/11).

Kondisi perang tampak menyelimuti kawasan Tugu Pahlawan tersebut. Bahkan kendaraan tempur jenis Anoa dan Jeep Willys juga nampak di antara mereka.

Diketahui, ternyata mereka merupakan peserta Parade Surabaya Juang 2019 yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam rangka menyambut Peringatan Hari Pahlawan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya Whisnu Sakti Buana dan Jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya juga nampak hadir untuk membuka pawai yang digelar setiap tahun itu.

Risma mengatakan bahwa dahulu ketika para pejuang merebut kemerdekaan tahun 1945, semua ikut berjuang dengan seluruh lapisan masyarakat. Berbagai suku bangsa, agama dan etnis, serta dari kalangan pesantren ikut berjuang bersama.

"Jadi karena itu saya ingin menyampaikan, kita jangan pernah melupakan apa yang pernah diperjuangkan oleh para pahlawan untuk negara kita, untuk kota kita tercinta seperti saat ini," katanya mengawali sambutannya.

Menurutnya, ketika para pejuang merebut kemerdekaan, mereka tidak pernah membeda-bedakan. Karena itu, Risma berpesan kepada warga Surabaya agar mencontoh sikap para pendahulu. Caranya, dengan tidak mudah terprovokasi untuk terpecah-belah, karena berbeda suku bangsa, agama maupun etnis.

"Jangan mudah dihasut, jangan mudah kena hoax, karena sesungguhnya mereka yang membuat fitnah dan hoax karena mereka yang ingin memecahkan persatuan dan kesatuan kita dan menghancurkan negara tercinta," tegasnya.

Pada kesempatan itu, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga berpesan kepada arek-arek Suroboyo agar mencontoh para pejuang dengan menjadi teladan bagi seluruh bangsa dan negara. Baginya, jika ingin Kota Surabaya semakin maju, maka semua harus bersatu padu melawan kemiskinan dan kebodohan.

"Arek-arek Suroboyo adalah arek-arek pejuang yang tidak kenal menyerah dan putus asa. Ayo kita tetap berjuang, sekali Merdeka, tetap Merdeka," pesannya.

(Para peserta Parade Surabaya Juang 2019 sedang melakukan aksi taeatrikalnya di beberapa tempat, seperti di Gedung Siola, Monumen Polisi Istimewa, dan Taman Bungkul)

Whisnu Sakti Buana menambahkan, peringatan Parade Juang 2019 ini sebagai momentum untuk mengingat dan mentauladani semangat para pahlawan. Menurutnya, rangkaian acara ini adalah upaya untuk membangkitkan semangat kesatuan bagi seluruh masyarakat Kota Surabaya khususnya.

"Artinya kita mentauladani para pahlawan, bahwa kemerdekaan itu diraih oleh seluruh elemen, khususnya di Surabaya dan umumnya di Indonesia, dan ini merupakan upaya untuk membangkitkan semangat kesatuan," tambahnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan, tantangan yang dihadapi kaum milenial saat ini ialah melanjutkan perjuangan para pahlawan. Menurut dia, problem yang dihadapi era saat ini adalah masalah intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

"Jadi tantangannya hari ini adalah masalah intoleransi, radikalisme, masalah terorisme itu yang kita hadapi dengan semangat 10 November 1945," jelas wawali.

Whisnu menegaskan bahwa semangat 10 November 1945 patut ditiru agar masyarakat tidak lagi memandang suku, agama dan etnis. Sebab, dahulu para pejuang bergabung menjadi satu dan sama-sama berjuang untuk membuat bangsa Merdeka. Itulah semangat yang menurutnya harus disatukan.

Para peserta parade terdiri dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya, pelajar, TNI, Polri, Veteran dan komunitas pecinta sejarah dari seluruh Indonesia.

Bahkan, ada pula peserta dari perwakilan delegasi Negara Rusia, yakni Kota St. Petersburg, dan Volgograd. Setidaknya ada tiga ribu peserta yang mengikuti Parade Surabaya Juang 2019.

Sekitar pukul 08.00 WIB, dengan mengendarai kendaraan Anoa, Risma bersama Forpimda Surabaya dan para peserta mulai berangkat menuju finish di Taman Bungkul Surabaya.

Di sepanjang rute perjalanan, masyarakat pun terlihat antusias menyaksikan rombongan Parade Surabaya Juang itu. Bahkan, banyak dari mereka yang mengabadikan momen itu menggunakan kamera smartphone. Ada pula penonton yang berebut foto selfie dengan Wali Kota Risma.

Ketika sampai di depan Gedung Siola, para peserta berhenti sejenak untuk menyaksikan teatrikal kolosal perjuangan yang ditampilkan oleh Komunitas pecinta sejarah dari seluruh Indonesia.

Namun, ketika tiba di depan Hotel Majapahit, di atas kendaraan Anoa, Risma berteriak lantang membacakan puisi karya KH. Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus itu.

"Allahuakbar, Allahuakbar, Surabaya adalah Kota Keberanian, Kota Kebanggaan," begitulah sedikit isi puisi yang dibacakan Risma.

Setiba di Perempatan Jalan Bengawan, Risma kemudian menerima senjata dari perwakilan veteran sebagai simbol penyerahkan estafet perjuangan kepada generasi berikutnya.

Setelah itu, ia bersama Forpimda Surabaya tiba di garis finish dan menyaksikan penampilan dari berbagai peserta. Penampilan itu, mulai dari pembacaan puisi, drum band, hingga teatrikal perjuangan. (ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...