Wabup Moh. Qosim bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik Maria Ulfa Sambari Halim, saat simulasi sedot tinja dalam launching Kampung Pudak Ayu. foto: ist.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Gunawan Setijadi mengatakan pengelolaan tinja di Kabupaten Gresik dilaksanakan oleh UPT Pengelolaan Limbah Cair Domestik (PLCD) Dinas PUTR.
Program ini sebagai tindak lanjut dan melengkapi program aplikasi Go Ploong yang telah mendunia.
Menurut Gunawan, pihaknya saat ini memiliki 1 unit Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Betoyoguci Manyar dengan kapasitas 45 m3/hari, 2 truk armada sedot tinja (kapasitas 3 m3 dan 4 m3), 134 unit IPAL Skala Permukiman (5.182 sambungan rumah) dan 589 tangki septik (775 sambungan rumah).
"Setelah kami sensus pada 2.000 rumah, yang berminat menjadi pelanggan 934 rumah. Kami bekerja sama dengan PKK dan dasa wisma di tingkat desa, karena penyedotan yang kami lakukan secara kolektif dan terjadwal untuk setiap dasawisma. Misalnya dalam setiap 3 tahun kami menyedot tinja untuk satu dasawisma. Pembayarannya bisa diangsur atau patungan dengan biaya yang sangat ringan," terang Gunawan.
Dia mencontohkan Kelurahan Sidokumpul RW 06 dan RW 03 memiliki 27 Dasawisma dan saat ini telah terbentuk 27 Kampung Pudak Ayu dengan beranggotakan sebanyak 428 rumah.
Dasa Wisma akan memperoleh SK dari Kepala Desa/Lurah untuk menjadi Kampung Pudak Ayu dan kemudian akan diregistrasi di Dinas PUTR untuk mendapatkan sertifikat layanan lumpur tinja.
Peluncuran program Pudak Ayu banyak mendapat perhatian dari berbagai institusi. Tampak hadir perwakilan USAID Indonesia, USAID IUWASH PLUS Alifah Lestari, Perwakilan dari PPLP Kementrian PU dan Perumahan Rakyat Perwakilan Balai Praswil, Bappeda, Dinas Perkim Provinsi Jawa Timur, perwakilan AUSAID PAO sAIIG Indonesia, dan beberapa Kepala OPD Pemkab Gresik. (hud/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




