Senin, 21 Oktober 2019 00:42

​Emil Tekankan Pentingnya Edukasi Bagi Para Pemberi dan Penerima Informasi

Minggu, 06 Oktober 2019 18:06 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
​Emil Tekankan Pentingnya Edukasi Bagi Para Pemberi dan Penerima Informasi
Wagub Jatim saat menjadi pembicara pada acara Siberkreasi Netizen Fair 2019 di The Kasablanka Hall, Kota Kasablanka Mall, Jakarta. foto: ist

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Di era keterbukaan informasi, masyarakat bisa dengan sangat mudah memberi informasi dan menerima informasi lewat berbagai platform baik media sosial ataupun media daring.

Untuk itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak selaku bagian dari pemerintah menekankan pentingnya edukasi bagi para pemberi maupun penerima informasi.

“Saat ini eranya orang tidak hanya sekedar download tapi juga upload sebuah infromasi. Karenanya, adalah tanggung jawab kita sebagai pemerintah untuk mendidik masyarakat. Di mana, ada konsekuensi yang bisa diterima saat memberi atau menerima informasi,” urai Emil sapaan lekat Wagub Jatim saat menjadi pembicara pada acara Siberkreasi Netizen Fair 2019 di The Kasablanka Hall, Kota Kasablanka Mall, Jakarta, Sabtu (5/10) sore.

Menurut Emil, sebenarnya tidak ada alasan melarang orang untuk menyebarkan informasi, selama informasi ini bukanlah hoax. Namun demikian, jika informasi tersebut sudah dibumbui dan diamplifikasi dengan ajakan kebencian maka inilah yang mesti dicegah.

Dirinya mencontohkan, misalnya ada sebuah konten video yang sebenarnya sudah lama namun diupload ulang dengan ditambahi bumbu-bumbu kebencian. “Hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara untuk mencegah penyebarluasan konten informasi tersebut. Yang perlu kita ingat, saat ini pepatahnya bukan lagi mulutmu harimaumu, namun jarimu harimaumu. Oleh sebab itu, sekali lagi saya tegaskan segala sesuatu yang kita sebarluaskan akan mudah dilacak dan terdapat konsekuensi juga dibaliknya,” tegas mantan bupati Trenggalek ini.

Lebih lanjut disampaikan, pihaknya sangat mendukung adanya kritikan atau dukungan dari masyarakat terhadap sebuah kebijakan. Akan tetapi, berbagai kritikan tersebut sebelumnya harus didahului dengan pemikiran dan penelitian yang dalam.

“Namanya juga era demokrasi, semua bebas mengeluarkan pendapat maupun mengkritik kebijakan yang ada. Tapi seharusnya hal ini harus sudah dilandasi dengan pemikiran yang dalam, karena jika belum justru tidak akan menambah kualitas demokrasi,” terangnya.

Terkait pemanfaatan media sosial, suami Arumi Bachsin ini mengaku juga aktif menggunakan media sosial untuk berbagi informasi kepada masyarakat. Menurutnya, ada beberapa metode penyampaian yang berbeda pada beberapa media sosial.

Seperti Instagram misalnya lebih mengedepankan visual, sedangkan di twitter lebih pada ungkapan yang dibuat, dan berbeda lagi di facebook.

Selain itu, dalam menyikapi komentar-komentar dari para netizen dirinya mengaku selektif. Pernyataan yang disampaikan pun lebih kepada klarifikasi jika ada informasi yang tidak sesuai.

“Saya biasanya memosting yang sifatnya informatif, dan saya juga masih terus membenahi metode share informasi yang efektif di media sosial ini. Terlebih, kita tidak bisa mencegah orang untuk berkomentar di laman media sosial kita. Maka, mari gunakan media sosial ini dengan bijak,” pungkas Emil.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Rudiantara menyampaikan, bahwa literasi digital di Indonesia masih rendah. Menurutnya, hal inilah yang menyebabkan munculnya fenomena penyebaran berita hoax.

Senada dengan Wagub Emil, dirinya juga menekankan pentingnya memberikan edukasi pada para masyarakat, khususnya dalam hal memilah dan memilih informasi. Salah satu kuncinya adalah konten yang bersifat positif.

“Jika kita memberi dari sebuah grup WhatsApp, jika ada yang mengirim konten negatif maka kita harus berani protes dan menyampaikan pada admin. Karenanya, usahakan setiap kali memosting selalu kros cek dulu dan posting yang positif,” jelasnya.

Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi ini sendiri merupakan gerakan sinergis yang mendorong pengguna internet (netizen) di Indonesia untuk menggunakan internet secara lebih bijak dan bertanggung jawab. Gerakan ini diinisiasi oleh beberapa kementerian, komunitas atau organisasi dan swasta. (mdr/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...