Selasa, 22 September 2020 17:13

​Peringati Kesaktian Pancasila, Bupati Tegaskan Tak Ada Embrio PKI di Madiun

Selasa, 01 Oktober 2019 23:06 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Hendro Utomo
​Peringati Kesaktian Pancasila, Bupati Tegaskan Tak Ada Embrio PKI di Madiun
Bupati Madiun Ahmad Dawami bersama Forkopimda berfoto dengan latar belakang Monumen Kresek.

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Pelajar dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Madiun mengikuti upacara bendera memperingati hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek, Selasa (1/10) pagi.

Monumen Kresek, yang berada di Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, merupakan monumen yang dibangun sebagai pengingat peristiwa keganasan PKI pada 1948 di Madiun.

Usai upacara, Bupati Madiun Ahmad Dawami menuturkan pada 1948 para pimpinan PKI yang ada di Madiun mendeklarasikan Republik Soviet Indonesia dan Madiun dijadikan pusat pemerintahan.

"Dimulai pada 18 September 1948 dideklarasikan Republik Soviet Indonesia oleh PKI di Madiun, di mana presiden dijabat Muso, Amir Syarifudin sebagai perdana menteri," kata Ahmad Dawami.

Pada saat itu, PKI menguasai instansi pemerintahan di Madiun dan sekitarnya. Madiun hanya menjadi pusat aksi dan menjadi tempat deklarasi.

Namun, penguasaan PKI di Madiun tidak berlangsung lama. Pasukan Siliwangi dibantu masyarakat Madiun berhasil menumpas PKI di Madiun pada 30 September 1948 dan berhasil merebut kembali Madiun.

Pada saat peristiwa itu terjadi, di lokasi Monumen Kresek juga dijadikan tempat pembantaian para pejabat pemerintahan, polisi dan juga tokoh Islam. Namun, upaya kudeta kembali terulang pada tahun 1965 dengan gerakan 30 September atau yang dikenal G30S/PKI.

Pada saat itu, enam perwira tinggi dan satu perwira menengah TNI Angkatan Darat Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh.

Pada era pemerintahan Presiden Soeharto, G30S/PKI selalu diperingati setiap tanggal 30 September. Selain itu, setiap 1 Oktober juga diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila untuk mengenang jasa tujuh Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa ini.

Bupati yang akrab disapa Kaji Mbing ini mengatakan, Madiun bukanlah kampungnya PKI dan nenek moyang warga Madiun tidak pernah ada yang berasal dari PKI.

Sederet tokoh-tokoh PKI seperti Musso, Amir Sjariffudin, Soemarsono dan lainnya bukanlah orang asli Madiun. Menurutnya, Madiun hanya dijadikan tempat aksi kekejaman PKI. "Di Madiun tidak pernah ada embrio PKI. Di Madiun hanya menjadi pusat aksi para PKI," jelasnya.

Dawami menambahkan, rencananya akan dibangun monumen Lubang Yudo yang menjadi tempat eksekusi tawanan PKI. Lokasinya sekitar 800 km dari Monumen Kresek. "Tempatnya sekitar 800 km dari sini. Insyaa Allah nanti akan kita bangun monumen Lubang Yudo, sekarang sudah dalam perencanaan dan akan segera dibangun," imbuhnya.

Upacara peringatan Kesaktian Pancasila diikuti sekitar 500 peserta terdiri dari muspida, muspika, pelajar, pesilat serta keluarga korban PKI. 

Hadir pula Forkopimda Kabupaten Madiun di antaranya Kapolres AKBP Ruruh Wicaksono, Dandim 0803 Letnan Kolonel Czi Nur Alam Sucipto, Kajari Sugeng Sumarsono, dan Ketua DPRD Kabupaten Madiun Feri Sudarsono.

Usai upacara, Bupati Madiun mengajak para peserta upacara melihat patung dan relief yang menggambarkan kekejaman PKI pada waktu itu. (hen/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 20 September 2020 21:35 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Banyuwangi banyak memiliki pantai cantik yang mempesona dengan keindahannya. Pantai yang bisa memikat para traveler datang di bumi sunrise of java ini.Tetapi bukan hanya pantai cantik saja yang menarik wisatawan mancan...
Kamis, 17 September 2020 20:43 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan---Sebuah video mencuat di media sosial. Viral. Isinya seorang perempuan desa. Madura. Menyanyikan lagu dangdut. Ciptaan Rhoma Irama.Penampilan perempuan itu sangat udik. Norak. Tanpa rias wajah. Bahkan video itu direkam d...
Selasa, 15 September 2020 13:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*30. inna alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati innaa laa nudhii’u ajra man ahsana ‘amalaanSungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala or...
Jumat, 11 September 2020 09:50 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...