Senin, 21 Oktober 2019 00:32

​Enggan Dirikan Pesantren, Kiai Fuad Amin Berencana Jadi Dukun Politik, Loh Kenapa?

Jumat, 20 September 2019 06:21 WIB
Editor: Tim
​Enggan Dirikan Pesantren, Kiai Fuad Amin Berencana Jadi Dukun Politik, Loh Kenapa?
Nico Ainul Yakin. Foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Nico Ainul Yakin, mantan ketua PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur, pernah menjadi orang dekat RKH Fuad Amin. Ia sering dipanggil ke Pondopo Bangkalan Madura saat Ra Fuad - panggilan RKH Fuad Amin - jadi bupati. Bahkan Nico inilah yang pernah menulis buku tentang Syaikhona Kholil Bangkalan tapi diatasnamakan Fuad Amin.

Nico yang kini jadi pengurus Nasdem Jawa Timur dan pernah jadi calon wakil bupati Nganjuk itu menulis kenangannya secara bersambung tentang Ra Fuad yang kocak. Inilah lanjutan tulisannya untuk pembaca BANGSAONLINE:

Karir politik RKH Fuad Amin Imron memang moncer. Pemilu pertama di era reformasi, ia terpilih menjadi anggota DPR dari PKB.

Setelah tiga tahun menjadi penghuni Senayan, ia menjadi calon Bupati, dan terpilih sebagai orang nomor satu di kabupaten ujung barat Pulau Madura itu. Karir politiknya terus meroket. Pada tahun 2008 Ra Fuad kembali terpilih menjadi Bupati Bangkalan hingga 2013.

Setelah tak menjabat bupati, hatinya gundah dan diliputi kegamangan.

"Pekerjaan apa yang cocok untuk mengisi hari tuaku," tanya Ra Fuad dalam hati.

Kegamangan dan kegundahan hatinya dibuka semuanya kepada teman curhatnya - sebut saja Badrun.

"Buat pesantren saja kiai, biar bermanfaat," usul Badrun yang mantan aktivis mahasiswa yang kini tinggal di Surabaya.

"Tidak mungkin Drun. Saudara saya sudah banyak yang punya pesantren. Lagi pula saya kurang bisa ngaji," ungkap Ra Fuad sambil menerawang langit-langit pendopo.

"Bagaimana kalau saya menjadi Juru Kunci Makam Martajasah atau menjadi dukun politik saja?", tanya Ra Fuad kepada Badrun. Martajasah adalah nama kampung tempat Syaikhona Kholil Bin Abdul Latif dimakamkan. Ra Fuad adalah cicit dari ulama besar tersebut.

"Harus dipilih salah satu kiai," jawab Badrun.

"Kalau mau jadi Juru Kunci, ya Juru kunci saja kiai, tidak bisa dirangkap dengan menjadi dukun, repot nanti kiai," tambah Badrun.

Mendengar penjelasan Badrun, Ra Fuad terdiam.

"Nah, bagaimana kalau menjadi dukun politik saja kiai," usul Badrun.

Ra Fuad masih terdiam tak merespons tawaran Badrun.

Sesaat kemudian, Ra Fuad berdiri dengan wajah berbinar.

"Usulanmu cocok Drun. Kayaknya lebih enak jadi dukun politik daripada jadi Juru Kunci," kata Ra Fuad.

"Ketika dulu masih muda, saya banyak belajar ilmu perdukunan. Koleksi kitab-kitab dukun seperti Syamsul Ma'arif, Mujarobat, Adam Makna, bahkan hizib-hizib dan kitab ramalan Joyoboyo - saya punya dan masih saya simpan," ungkap Ra Fuad mengenang masa lalunya.

"Nanti kita buat majalah metafisika yang berisi ramalan dan konsultasi masa depan hidup. Kamu yang ngelola, saya pengasuh rubriknya,” tegasnya.

"Menjadi dukun itu enak Drun - salah benar tetap untung. Kalau ramalannya salah tetap dapat uang. Kalau benar, uang yang diperoleh akan semakin banyak," urai Ra Fuad.

Tapi, ide brilian itu belum sempat terwujud, karena Ra Fuad justru kembali terjun ke politik praktis dan lupa terhadap rencananya yang pernah didiskusikan bersama Badrun.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...