Kamis, 17 Oktober 2019 23:28

​Kagumi Tata Kelola Melon Chimoy di Malang, Inspektur IV Kementan Janji Kabari Menteri

Kamis, 19 September 2019 21:26 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Tuhu Priyono
​Kagumi Tata Kelola Melon Chimoy di Malang, Inspektur IV Kementan Janji Kabari Menteri
Irjen IV Kementan terpesona melon chimoy Ponpes Al Huda.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Bupati Malang Drs. H. Sanusi mendampingi kunjungan Inspektur IV Kementerian Pertanian, I Gede Made Kuswandana bersama jajarannya di Kabupaten Malang.

Selama di Malang, pihaknya menyempatkan diri berkunjung ke Pondok Pesantren Al Guda, Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak, Kamis (19/9) siang.

Pria asal Bali ini ingin melihat dari dekat budidaya dan sekaligus ingin merasakan melon jenis Chimoy yang dikembangkan secara hidroponik binaan Pemerintah Kabupaten Malang di Ponpes Al Gauda.

Kunjungan ini awalnya didasari ketertarikannya, usai mendengar cerita pengalaman bupati Malang yang telah mengunjungi kebun hidroponik melon chimoy pada 9 September lalu.

Keduanya berjumpa saat saling menghadiri penyerahan bantuan program Bekerja dari Kementan untuk warga Kabupaten Malang di Kecamatan Pagelaran, Kamis (19/9) pagi.

Usai acara tersebut, rombongan langsung bergegas dan berjalan iring-iringan menuju Patokpicis Kecamatan Wajak.

Setiba di Ponpes Al Huda, bupati bersama rombongan Made Made diterima Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Huda, H. Tajoell Arifin. Pak Kyai, sapaan akrab tuan rumah pun langsung mempersilakan keduanya untuk masuk ke green house, tempat budidaya melon chimoy. Made pun tampak terpesona dengan konsep dan sistem budidaya melon yang bisa tembus pemasaran dengan harga Rp 38 ribu per kilogram itu.

'Pengembangan dan pertanian buah melon jenis chimoy di Ponpes Desa Patokpicis ini memiliki potensi luar biasa. Cocok untuk program santri milenial. Pertimbangannya, sentuhan teknologi secara milenial, pemasaran secara milenial, juga punya teknologi untuk budidayanya secara milenial juga.

"Artinya, full dengan sentuhan teknologi. Green house dan pembibitan, sampai pemasarannya, mereka lengkap," terang Made.

Sepulang dari kunjungan ke Kabupaten Malang, Made berharap Kementerian Pertanian bisa menengok ke tempat ini.

''Dan, akan saya sampaikan ke Pak Menteri agar berkunjung ke sini. Sangat terkait, nanti kami akan mengabarkan ke pak Dirjen Holtikultura Kementan. Semoga pak Dirjen ke depan bisa menyempatkan datang ke Kabupaten Malang untuk melihat langsung. Setelah mencoba mencicipinya ia nampak sangat menikmatinya sambil memuji bahwa melon chimoy tersebut sangat manis dan nyaman sekali rasanya," pungkas Made. (thu/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...