Minggu, 22 September 2019 17:59

​Ijazah Pesantren Cakades Ditolak, GMBI Wadul ke DPRD Pasuruan

Rabu, 11 September 2019 01:14 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fuad
​Ijazah Pesantren Cakades Ditolak, GMBI Wadul ke DPRD Pasuruan
Suasana audiensi antara GMBI dan DPRD Pasuruan.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aktivis Pesantren yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) wadul ke DPRD Pasuruan. Mereka mengadukan panitia penyelenggara pilihan kepala desa yang dinilai tidak paham aturan Undang-Undang, lantaran mencoret peserta calon kades karena ijazahnya dari pesantren alias lokal.

"Kedatangan kami ke sini ini menanyakan kepada panitia penyelenggara pilihan kepala desa tingkat kabupaten terkait penolakan ijazah pesantren mencalonkan diri sebagai kepala desa," jelas Ketua GMBI Muhamad Asy'ari kepada BANGSAONLINE.com di Kantor DPRD Kab. Pasuruan (10/9).

"Kami prihatin karena logo (Yarfa'ilah) ayat Al Quran tidak ada artinya dalam persyaratan administrasi pencalonan kades tersebut. Jangan meremehkan ijazah pesantren loh, pendiri negara ini kebanyakan orang Islam, yang basisnya juga pesantren," terangnya.

Di samping itu, Asy'ari juga mengurai Perbup No. 20 tahun 2017 tentang tata cara persyaratan pencalonan, pengangkatan, pemilihan, pemberhentian, pelantikan kepala desa. Salah satu persyaratan administrasi yang disampaikan Asy'ari, ijazah yang berlegalisir dari lembaga pendidikan masing-masing.

"Kalau sudah Perbup menyatakan seperti itu kenapa dipersulit? Apa sosialisasinya kurang tajam atau panitia yang tidak paham aturan?," tanya dia.

Sementara dari DPMD mengungkapkan bahwa peraturan terkait ijazah pesantren tersebut sudah disosialisasikan sejak 2015 lalu. "Warga negara Indonesia berhak ikut serta mencalonkan diri sebagai pemimpin di negara, asal ada legalisir dari lembaga masing-masing," jelas Ridlo, Sekertaris DPMD.

Dia memaparkan syarat mendaftar sebagai kades hanya membutuhkan ijazah minimal SMP atau sederajat. "Jadi kalau lulusan pesantren berarti ijazahnya tingkat (wustho) menengah. Jangan lupa, harus ada keterangan legalisir dari Kemenag," papar Ridlo.

Sementara dari perwakilan Kemenag yakni Kepala Seksi Pondok Pesantren (Pontren) mempersilakan untuk minta pengajuan legalisir atau keterangan lainnya yang berkaitan dengan pencalonan.  "Kami siap melayani kapan pun warga meminta legalisir atau keterangan, sekaligus saya tanda tangani," terang Kasi Pontren yang enggan disebut namanya tersebut.

Sedangkan H. Arifin dari Fraksi PDIP, yang memimpin audiensi tersebut, berharap DPMD meningkatkan sosialisasi supaya tidak terjadi hal yang seperti ini.

Senada, Dr. Kasiman anggota DPRD fraksi Gerindera menyarankan kepada Kemenag dan DPMD untuk tidak mempersulit pelayanan warga yang sedang membutuhkan persyaratan administrasi dalam mencalonkan kepala desa tersebut.

"Tolong dari Kemenag ya, yang ijazahnya pesantren itu segera dikasih surat keterangan atau legalisir. Begitu juga dengan DPMD untuk tidak mempersulit warga yang ijazahnya dari pesantren, sebab ini merupakan kearifan lokal," tutup Kasiman. (afa/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Minggu, 22 September 2019 14:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag63. Qaala idzhab faman tabi’aka minhum fa-inna jahannama jazaaukum jazaa-an mawfuuraanDia (Allah) berfirman, “Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamla...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...