Selasa, 17 September 2019 00:18

​Belajar Manusiakan Manusia ke Gus Dur, Gus Miftah Puji Tebuireng Tak Manfaatkan Infaq Gus Dur

Sabtu, 31 Agustus 2019 08:33 WIB
Editor: tim
​Belajar Manusiakan Manusia ke Gus Dur, Gus Miftah Puji Tebuireng Tak Manfaatkan Infaq Gus Dur
Gus Miftah saat ziarah ke makam Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari, KHA Wahid Hasyim dan Gus Dur di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Jumat (30/8/2019). foto: Tebuireng Online

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - KH. Miftah Maulana Habiburrahman yang popular dengan panggilan Gus Miftah sangat ngefans terhadap Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Saya hari ini berada di makam pejuang kemanusian bapak pluralisme Indonesia KH. Abdurrahman Wahid. Jadi kenapa saya ngefans dengan beliau karena saya belajar memanusiakan manusia apapun agama dan suku bangsanya. Di belakang kita makamnya bersama KH. M Hasyim Asy’ari dan ayahnya KH. A Wahid Hasyim,” kata Gus Miftah usai ziarah ke makam Gus Dur, Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari dan KHA Wahhid Hasyim, di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Jumat (30/8). 

Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari adalah kakek Gus Dur yang dikenal sebagai pejuang kemerdekaan RI dan pendiri NU serta Pesantren Tebuireng. Sedang KHA Wahid Hasyim adalah ayah Gus Dur yang dikenal sebagai anggota BPUPKI (Badan Persiapakan Usaha-Usaha Kemerdekaan Indonesia) dan menteri agama pertama selama tiga periode. Baik Hadratussyaikh maupun Kiai Wahid Hasyim merupakan The Fouding Fathers Republik Indonesia yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah.

Gus Miftah mengaku sangat ngefans Gus Dur sejak lama. Menurut dia, Gus Dur adalah gurunya dalam bergaul dengan manusia selama sehari-hari. Ia juga mengaku banyak membaca dan mendengarkan cerita tentang Gus Dur. Ia juga mengaku belajar dari Gus Dur, untuk tidak membenci sesama manusia meskipun berbeda dalam agama, suku bangsa, dan pilihan politik. Perbedaan, menurut dia, adalah suatu keniscayaan yang tak bisa dielakkan. Sebab di situlah bukti Allah Maha Kuasa.

Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Sleman Yogyakarta ini juga menjelaskan bahwa dirinya tak pernah membenci harakah dan cadar. “Salah bila ada yang mengatakan Gus Miftah benci harakah (pergerakan agama) lain. Salah juga yang mengatakan Gus Miftah anti cadar. Kita tidak diajarkan Mbah Hasyim dan Gus Dur begitu,” tambah da’i yang fokus berdakwah bagi kaum marjinal ini.

Gus muda kelahiran Lampung ini juga memuji kebijakan Pesantren Tebuireng yang tidak mengambil dana infaq di makam Gus Dur untuk pembangunan pondok. “Saat ini saya berada di kotak infaq jalur ke makam Gus Dur. Dulu saya katakan sebulan Rp. 150 juta ternyata sekarang mencapai Rp. 300 juta. Dan hebatnya hasilnya tidak digunakan untuk membangun Pesantren Tebuireng. Tetapi untuk fakir miskin, duafa, dan fuqara,” ungkap Gus Miftah.

Infaq makam Gus Dur itu dikelola Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) sehingga tidak bercampur dengan keuangan Pesantren Tebuireng.

Dai muda yang baru saja mengislamkan pesulap profesional keturunan Tionghoa, Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo (Deddy Corbuzier) itu juga mendoakan semua santri Tebuireng dan jamaah yang hadir semoga lebih baik. Terutama Pesantren Tebuireng tambah berkah. “Semoga bisa semakin berkembang dan bermanfaat,” harapnya.

Di Tebuireng, Gus Miftah sempat ditemui para pengurus Pesantren Tebuireng dan beberapa santri senior. (tim)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...