Sabtu, 17 Agustus 2019 22:56

​Minta Kejelasan Soal Dugaan Penyelewengan, Puluhan Warga Ngawi Geruduk Tiga Instansi

Selasa, 13 Agustus 2019 19:32 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Zainal Abidin
​Minta Kejelasan Soal Dugaan Penyelewengan, Puluhan Warga Ngawi Geruduk Tiga Instansi
Aksi massa saat demo di depan Kejari Ngawi.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Puluhan warga yang mengatasnamakan "Gerakan Rakyat Menggugat" mendatangi kantor Inspektorat, DPRD, dan kantor Kejaksaan Negeri Ngawi, Selasa (13/08). 

Hal itu terkait dengan adanya beberapa laporan warga terkait dugaan penyelewengan di beberapa desa yang dilakukan oleh oknum kadesnya yang tidak mendapat respon oleh pihak terkait.

Namun sayangnya, puluhan warga desa  yang dimotori Sumadi tidak ditemui kepala Inspektorat. 

Usai dari kantor inspektorat, puluhan warga tersebut berjalan kaki meneruskan aksinya di kantor DPRD Ngawi. Di gedung wakil rakyat tersebut para pendemo yang jumlahnya mendekati angka seratusan dipersilakan masuk dan ditemui Ketua DPRD Ngawi Dwi Rijanto Sujatmiko.

Usai diterima secara terbuka oleh ketua DPRD, para pendemo meneruskan aksinya ke kantor Kejaksaan Negeri Ngawi. Di sini pun para pendemo tidak dapat bertemu dengan kepala Kejaksaan Negeri Ngawi. Para pendemo hanya ditemui Plt Kasie Intel Kejari Cakara Nur Budi Hartanto.

"Terkait aksi demo ini kita sampaikan apresiasi terhadap masyarakat yang telah memercayakan pada kami untuk melakukan penegakkan hukum atas kasus korupsi," jelas Cakra Nur Budi Hartanto pada BANGSAONLINE.com.

Atas tuntutan yang diajukan oleh para pendemo tetap akan ditindaklanjuti namun untuk masalah kasus korupsi harus berkoordinasi dengan inspektorat. Pada intinya kejaksaan menunggu selesainya proses dari pihak inspektorat dan menyatakan adanya temuan atau kerugian yang diderita negara.

Sedangkan dari pihak pendemo melalui juru bicaranya Sumadi mengatakan bahwa dalam aksi demonya kali ini diterima dengan baik walaupun tidak berhasil menemui pimpinan instansi yang didatangi.

"Pada prinsipnya kita diterima dengan baik untuk menunggu hasil dari inspektorat yang telah berjanji sekitar dua minggu akan merampungkan," terang Sumadi.

Selama ini, beberapa warga yang melaporkan kasus korupsi yang sebagian besar dilakukan oleh oknum kadesnya memang terkesan tidak mendapatkan respons. Akhir-akhir ini memang banyak laporan dari warga ke kantor Kejaksaan Negeri Ngawi yang jarang ditindaklanjuti yang akhirnya tidak ada kejelasan dari laporan tersebut. (nal/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...