Sabtu, 17 Agustus 2019 23:01

​Dubes RI: Ada di Lubang Makam yang Salah, Habib Rizieq Serobot Baca Doa untuk Mbah Moen

Kamis, 08 Agustus 2019 10:10 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Tim
​Dubes RI: Ada di Lubang Makam yang Salah, Habib Rizieq Serobot Baca Doa untuk Mbah Moen
Dubes RI untuk Arab Saudi Dr Agus Maftuh Abegebriel saat menggotong jenazah KH Maimoen Zubair di Ma'la Arab Saudi. foto: istimewa

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Duta Besar (Dubes) RI untuk Arab Saudi Dr Agus Maftuh Abegebriel mengecam keras tindakan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang menyerobot baca doa tanpa kordinasi saat pemakaman ulama kharismatik KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) di pemakaman Ma’la Makkah Arab Saudi.

Menurut dia, Habib Rizieq bertindak tanpa etika karena tiba-tiba menyerobot baca doa tidak kordinasi dengan pihak yang berwenang. "Ini yang saya sebut sebagai 'ketidak-etisan'. Meski saya muda, saya ini jadi Bapak seluruh WNI yang ada di Arab Saudi dan saya sebagai shohibul bait (yang punya hajat). Saya heran ada orang tanpa koordinasi dengan shohibul bait memposisikan diri sebagai pembaca doa," kata Agus Maftuh Abegebriel kepada wartawan, Rabu (7/8/2019), seperti dilansir detik.com. 

Memang, informasi yang berkembang di media sosial menyebut Habib Rizieq yang memimpin pembacaan doa pemakaman Mbah Moen. Karena itu Agus Maftuh menyanggah informasi itu. Ia bahkan menyebut Habib Rizieq telah melakukan penyerobotan doa.

Penulis sejumlah buku itu lalu menuturkan kronologisnya. Menurut dia, proses pemakaman Mbah Moen dipadati banyak orang. Suasana penuh sesak dan para pelayat berebut ingin menyentuh jenazah Mbah Moen.

"Ketika saya menunggu di pemakaman Ma'la dengan para staf KBRI, memang datang jenazah dengan tutup kafan warna biru yang langsung dikerubuti oleh banyak jemaah di situ. Para jemaah memang saya lihat sudah bersiap-siap di beberapa lubang pemakaman di kiri kanan penuh sesak. Karena saya tahu penutup jenazah Mbah Moen adalah warna hitam seperti jubah kebesaran Saudi, saya tidak ikut berebut jenazah dan menunggu jenazah Mbah Moen yang belum sampai di makam," kata Agus.

Menurut Agus Maftuh, Habib Rizieq memang ada di antara kerumunan orang. Namun, tegas dia, Habib Rizieq berada di lubang makam yang salah.

"Saya lihat MRS (Muhammad Rizieq Shihab) memang hadir sejak awal dan berkerumun di lubang yang salah. Saya tahu nomer lubang karena yang mengurus di Provinsi Mekah adalah tokoh NU Saudi yaitu, KH Dr Fahmi. Dr Fahmi lah yang menemui pejabat provinsi Mekah dan dipastikan Mbah Moen dimakamkan di posisi yang sangat strategis di kompleks Ma'la," kata Agus Maftuh.

Ia mengaku menggotong langsung jenazah Mbah Moen bersama santrinya bernama Muhlisin dan KH Syarif Rahmat. Saat jenazah hendak diturunkan ke liang lahat, banyak jemaah yang berebut untuk menyentuh keranda.

"Saya terlempar ke arah kiri dan Kiai Syarif terlempar ke kanan. Terjadi saling rebut jenazah sebelum dimasukkan ke liang pemakaman. Nah setelah selesai pemakaman, saya lihat ada orang yang membacakan talkin tanpa diminta. Dalam tradisi NU, kalau ada kiai besar wafat jarang ditalkin, dan kalaupun ditalkin harus dilakukan oleh seorang kiai yang selevel. Sebenarnya ini sangat tidak etis dan 'kewanen' terlalu berani dan su'ul adab (tak etis), apalagi talkin-nya model 'reguler'," ujar Agus.

Kemudian terdengar seseorang yang membacakan talkin setelah proses pemakaman Mbah Moen selesai. "Selanjutnya tanpa aba-aba, Habib MRS membacakan doa dengan suara keras di tengah kerumunan jemaah. Setelah itu baru saya bisa masuk ke kerumunan bersama Bapak Menteri Agama dan kemudian kita berdoa bersama-sama untuk Mbah Moen dan Pak Menag berpesan kepada kita untuk selalu meneladani Mbah Moen," katanya.

Agus tidak mempersoalkan ada orang yang berdoa di makam Mbah Moen. Namun ia mengingatkan bahwa di NU ada budaya yang harus dihormati oleh semua pihak.

"Dalam tradisi NU, ulama kalau disuruh berdoa masih memakai budaya ewuh-pekewuh, yang senior biasanya yang didorong untuk berdoa dan kiai-kiai yang junior mendampingi. Lha ini kok ada yang main serobot doa tanpa izin shahibul bait yang punya tanggungjawab mulai proses perizinan sampai pemakaman seorang yang sangat dihormati oleh Umat Islam di Indonesia khususnya Nahdlatul Ulama. Ini tak etis dan tidak dikenal dalam tradisi pesantren," katanya tak habis pikir.

Kepala Daker Makkah Subhan Cholid juga membantah informasi bahwa Habib Rizieq Shihab memimpin doa saat pemakaman Mbah Moen di pemakaman Ma’la Arab Saudi.

Subhan menuturkan, Habib Rizieq berdoa biasa seperti para jamaah yang lain. "Jadi Habib Rizieq membaca doa di tengah kerumunan itu, ya sama saja dengan jamaah lain yang juga turut mendoakan. Bukan dia yang mimpin doa dan prosesi pemakaman," tulis Subhan yang diedarkan lewat media sosial.

Ia menjelaskan bahwa yang memimpin talqin dan pembaca doa adalah ulama terkemuka Makkah dan Imam Masjidil Haram, Sayyid Ashim bin Abbas bin Alawi al-Maliki.

“Yang memimpin doa adalah putra dari Sayyid Abbas bin Alawi al-Maliki, yang mendapat gelar Bulbul Makkah dan keponakan Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, yang punya banyak murid dari Indonesia," tulisnya.

"Prosesi pemakaman Mbah Moen ini, dari awal hingga akhir dipimpin oleh Menteri Agama, Bapak Lukman Hakim Syaifuddin, dan Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh," tambahnya.

Sementara Pengurus DPP FPI Slamet Ma'arif membantah Habib Rizieq menyerobot doa. Ia menjelaskan proses pembacaan talkin dan doa itu disaksikan langsung Menag Lukman Hakim Saifuddin dan Dubes Agus Maftuh. Dia menyesalkan pihak-pihak yang memelintir informasi mengenai hal tersebut.

"Semua yang di tempat menyaksikan, termasuk menteri agama dan dubes lihat langsung, dan semua lengkap videonya tapi orang-orang liberal mau melintir-melintir dan tak terima. kasihan kalau kebencian sudah mendarah daging," kata Slamet. "Mudah-mudah Allah jaga hati kita dari fitnah, Allah berikan kita husnulkhatimah dan kita tidak diharamkan dari keberkahan kaum solihin," kata dia. (tim)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...