Selasa, 17 September 2019 12:22

​Uji Seismik 3D Mendapat Penolakan dari Warga, Begini Tanggapan Pihak PHE TEJ

Selasa, 06 Agustus 2019 20:59 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Gunawan Wihandono
​Uji Seismik 3D Mendapat Penolakan dari Warga, Begini Tanggapan Pihak PHE TEJ
Aktivitas uji seismik yang dilakukan PHE TEJ di Merakurak.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Uji Seismik 3D oleh Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE TEJ) di Kabupaten Tuban mendapat berbagai permasalahan dalam pelaksanaannya di lapangan.

Masyarakat di beberapa desa menolak lahannya dibor untuk keperluan mencari sumber minyak baru itu. Hal ini disebakan para pekerja di lapangan tidak meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik lahan. Selain itu, karena tidak adanya kompensasi untuk lahan yang menjadi lokasi kegiatan seismik.

Terkait hal ini, Field Relations PHE TEJ, Eko Broto mengatakan ada miskomunikasi yang terjadi sehingga terjadi penolakan oleh warga. Menurutnya, warga yang lahannya menjadi lokasi aktivitas pengeboran itu nantinya akan mendapatkan kompensasi. Namun besaran nominalnya masih menunggu kesepakatan yang dibuat oleh pemkab Tuban.

"Proses pembahasan besaran kompensasi sudah hampir selesai dan tinggal ditandatangani," kata Eko Broto ketika dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Selasa (6/8).

Eko menambahkan, setiap lahan yang dipergunakan untuk aktivitas uji seismik 3D akan menerima ganti rugi, baik lahan yang ada tanamannya maupun tidak. Besaran ganti rugi yang diberikan juga dihitung berapa setiap area pengeboran yang terdampak.

"Terkait ganti rugi ini akan disosialisasikan lagi kepada warga. Warga yang terkena dampak aktivitas seismik itu nantinya akan dikumpulkan untuk diberitahukan besaran ganti ruginya," imbuhnya.

Pihaknya juga berencana akan melakukan sosialisasi ulang melalui door to door seperti yang diminta oleh sebagian masyarakat yang terkena dampak. "Kita koordinasikan dengan tim yang ada dilapangan, karena itu membutuhkan waktu," pungkasnya.

Sebatas diketahui, Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE TEJ) melakukan kegiatan survei seismik 3D yang direncanakan selama 6 bulan. Setidaknya ada sekitar 227 kilometer persegi area survei seismik 3D di wilayah Kabupaten Tuban dalam upaya mencari sumber migas yang ada di bawah permukaan bumi.

Namun, pelaksanaan uji seismik ini tidak berjalan mulus. Sejumlah masyarakat yang lahannya menjadi lokasi pengeboran menolak. Alasannya, tidak ada ganti rugi yang diberikan oleh perusahaan kepada mereka yang menjadi dampak aktivitas seismik 3D tersebut. (gun/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...