Rabu, 24 Juli 2019 08:27

Dinas Perkebunan Jatim Canangkan Pengendalian Hama Kwangwung

Selasa, 04 November 2014 09:16 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Dani Setiawan
Dinas Perkebunan Jatim Canangkan Pengendalian Hama Kwangwung
Dinas Perkebunan Jatim canangkan Gerakan Pengendalian Hama Kwangwung 2014, di lapangan Desa Pagersari Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung.

TULUNGAGUNG menjadi salah satu sentra penghasil kelapa Jawa Timur dipilih sebagai tempat berlangsungnya acara. Itu karena di lokasi tersebut masih banyak terlihat lambaian nyiur yang berjejer dengan latar belakang pegunungan kidul.

Dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur Ir. HM. Samsul Arifien, MMA. pencanangan tersebut dihadiri pula oleh Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, SE. beserta Wakil Bupati, Ketua DPRD, Forum Pimpinan Daerah dan SKPD se Kabupaten Tulungagung.

Dalam sambutannya, Bupati Tulungagung mengungkapkan tentang banyaknya manfaat yang bisa diambil dari karunia Tuhan berupa pohon kelapa tersebut. Dari buah kelapa muda untuk minuman, kelapa tua untuk diambil minyaknya, daun kelapa untuk berbagai kerajinan, hingga batang pohon untuk bahan bangunan. Nyaris tak ada bagian pohon kelapa yang tak bisa diambil manfaatnya.

Kabupaten Tulungagung yang memiliki luas areal kelapa sebesar 18 ribu hektar ternyata banyak pula mengirim hasil produksi kelapanya ke berbagai daerah lain di Jawa Timur seperti ke Surabaya, Ngawi dan wilayah timur Provinsi Jawa Timur, demikian ungkap Bupati Tulungagung.

Dengan pencanangan gerakan pemberantasan hama kwangwung yang dilaksanakan serentak seluruh Jawa Timur ini, diharapkan benar-benar akan menyelamatkan komoditi kelapa Jawa Timur, karena pemberantasan lokal di satu kabupaten saja akan percuma karena jarak terbang kwangwung yang cukup jauh.

Lebih lanjut Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur Ir. HM. Samsul Arifien, MMA. membuka secara resmi gerakan pengendalian tersebut, beliau berkenan membeberkan beberapa arti penting dari komoditi kelapa yang meliputi aspek budaya, sosial dan tentunya ekonomi.

Aspek budaya dari komoditi kelapa dapat ditunjukkan oleh terciptanya lagu-lagu yang menggambarkan bahwa kepulauan nusantara kita ini penuh dengan jejeran pohon kelapa, seperti lagu Rayuan Pulau Kelapa dan juga lagu Nyiur Hijau. Hal inilah yang menguatkan gerakan pengendalian hama kwangwung ini agar pohon kelapa jangan sampai tinggal kenangan saja.

Aspek sosial dicontohkan oleh Kadisbun Jatim bahwa dulu dalam prosesi adat menikah, calon pengantin akan menyerahkan 2 bibit tunas kelapa untuk ditanam sebagai simbol kesuburan. Sebuah kearifan lokal dalam pelestarian lingkungan dan kelangsungan perkebunan kelapa.

Aspek ekonomi kelapa ditunjukkan oleh surplusnya produksi kelapa Jawa Timur. Dari luas areal seluruh Jawa Timur 300 ribu ha, menghasilkan 1,5 milyar butir kelapa per tahun. Jika per butir kelapa seharga Rp. 3.000 maka nilai ekonomis produksi kelapa Jawa Timur total mencapai Rp. 4,5 trilyun.

Sedangkan konsumsi kelapa Jawa Timur sekitar 30 butir per tahun per orang yang jika dikalikan jumlah penduduk Jawa Timur 38 juta akan mencapai sekitar 1 milyar butir lebih per tahun. Sehingga ada surplus sekitar hampir 500 juta butir kelapa per tahun. Dari surplus tersebut selain dikirim ke berbagai daerah lain di Indonesia, sebesar 77 ribu ton juga diekspor ke berbagai negara.

Keganasan serangan hama kwangwung (Oryctes rhinoceros) memang cukup meresahkan masyarakat perkebunan kelapa Jawa Timur. Larva tinggal banyak di tumpukan jerami dan tumpukan ampas tebu. Menjadi masuk akal bila serangan keganasan hama kwangwung di Jawa Timur lebih cepat dari daerah lain di Indonesia.

Itu karena memang Jawa Timur memiliki produksi beras dan gula masing-masing peringkat 1 se-Indonesia. Dengan luasan serangan hama kwangwung di areal kelapa Jawa Timur yang mencapai 12 ribu ha, kerugian yang diderita perkebunan kelapa mencapai Rp. 225 miliar.

Sebenarnya kwangwung tidak mematikan pohon kelapa, dia hanya menggerek daun kelapa hingga janur seperti dipotong. Kumbang sagu atau Suati (Rhynchophorus ferruginous) lah yang selanjutnya masuk dan mematikan titik tumbuh pohon kelapa.

Berbagai cara pengendalian yang bisa dilakukan di antaranya dengan sanitasi membersihkan tempat yang memungkinkan larva tumbuh; secara biologis dengan cendawan Metarhizium anisopliae yang mematikan larva atau dengan virus Bacullovirus yang disuntikkkan pada pejantan muda yang akan menular pada betina; dan juga secara mekanis dengan disemprot pestisida.

Fakta lain yang memprihatinkan adalah dari hasil penelitian disebutkan bahwa merebaknya keganasan kwangwung ini secara signifikan dipengaruhi oleh punahnya tupai akibat banyak ditangkap secara liar. Tupai walaupun dikenal sebagai hama kelapa namun ternyata pohon kelapa yang telah dihuni tupai, kwangwung tak akan mau tinggal karena bekas air seni tupai. Sebuah pelajaran berharga dan nyata tentang keseimbangan ekosistem dan rantai makanan yang harus kita jaga.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perkebunan memberikan bantuan hibah kepada 80 kelompok tani di Jawa Timur untuk membantu pengendalian hama kwangwung. Bantuan tersebut terdiri dari 1 unit chainshaw, 1 unit handsprayer, 20 liter pestisida, 10 liter APH, 200 kg pupuk NPK dan 200 batang bibit kelapa untuk masing-masing kelompok tani. Dengan ditandai pemukulan kentongan, Kadisbun Jatim secara resmi mencanangkan Gerakan Pengendalian Hama Kwangwung Tahun 2014.

Sumber: Harian Bangsa
Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...