Sabtu, 19 Oktober 2019 12:37

​Peternak di Blitar Obral Ayam Broiler Rp 10 Ribu per Kilo

Selasa, 25 Juni 2019 18:00 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Akina Nur Alana
​Peternak di Blitar Obral Ayam Broiler Rp 10 Ribu per Kilo
Budi Setyawan mengangkut ayam broiler dengan menggunakan mobil pikap.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Sejumlah peternak ayam broiler di Blitar mengobral ayam ternaknya hingga Rp 10 ribu per kilogram (kg). Mereka menjajakan ayam hidup yang rata-rata beratnya mencapai 2,5 hingga 3 kg per ekor. Padahal harga daging ayam di pasar tradisional saat ini masih mencapai Rp 22 ribu per kg.

Salah satu peternak mandiri yang menjual hewan ternaknya dengan harga murah ini adalah Budi Setyawan. Dia mengangkut ayam broiler dengan menggunakan mobil pikap. Kemudian dijajakan di sejumlah titik di Kabupaten Blitar. Salah satunya di perempatan Desa Bangsri, Kecamatan Nglegok.

Dalam mobil pikap ini selain menjajakan ayam broiler, Budi juga memasang berbagai tulisan sebagai wujud kekecewaan dengan anjloknya harga ayam.

"Omah Lan Bojo Amblas Mergo Pitek (Rumah dan istri hilang karena ayam)," demikian bunyi tulisan yang dibubuhkan Budi di atas kardus dan ditempel di bagian belakang mobil pikapnya.

Budi mengaku sengaja berinisiatif menjual sendiri hewan ternaknya dengan harga murah. Sebab, jika menunggu pedagang, kerugian yang dialaminya akan lebih banyak.

"Kami jual Rp 30 ribu per ekor beratnya sekitar 2,5 hingga 3 kg. Sebelumnya harga normal sekitar Rp 18 ribu sampai Rp 20 ribu per kg. Kalau sekarang dari peternak hanya Rp 8 ribu, jadi kita rugi banyak. Makanya kita obral untuk menganti biaya pakan," kata Budi, Selasa (25/6/2019).

Budi mengaku kondisi ini sudah terjadi sejak malam takbir Hari Raya Idul Fitri 2019. Saat itu harga ayam turun hingga Rp 14 ribu per kg. Dan terus turun setiap harinya hingga mencapai harga Rp 8 ribu per kg.

Dia mengatakan kalau tidak ada solusi, akan menutup sementara usaha ternak ayam broilernya, hingga harga kembali stabil. "Kalau tidak ada solusi ya saya berhenti ternak dulu sampai harga stabil," pungkasnya. (ina/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...