Selasa, 23 Juli 2019 15:53

​Terdakwa Narkoba Divonis Bebas, Kejari Tuban Ajukan Kasasi

Senin, 24 Juni 2019 22:12 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Gunawan Wihandono
​Terdakwa Narkoba Divonis Bebas, Kejari Tuban Ajukan Kasasi
Kasi Intel Kejari Tuban, Nurhadi.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tuban (Kejari Tuban), mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) terkait vonis bebas terdakwa kasus narkotika jenis sabu-sabu oleh Pengadilan Negeri Tuban (PN Tuban).

Diketahui, majelis hakim PN Tuban memvonis bebas dan menyatakan terdakwa tidak bersalah Hok San (51), warga Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban, pada sidang di akhir bulan Mei 2019.

Atas putusan PN Tuban itu, Ketua Majelis Hakim Fathul Mujib yang didampingi dua anggota hakim, Benedictus Rinanta dan Erslan Abdillah memerintahkan agar terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan.

Dalam persidangan, JPU menuntut terdakwa dengan hukuman 6 tahun penjara dalam perkara tersebut. Namun, atas vonis bebas itu, Jaksa kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) terkait putusan Hakim dari PN Tuban.

"Kami telah mengajukan kasasi kepada MA pasca dua hari sidang penjatuhan vonis oleh PN Tuban," ujar Kasi Intel Kejari Tuban, Nurhadi, Senin (24/06).

Nurhadi menambahkan, saat ini berkas pengajuan kasasi tersebut juga telah dikirim dan tinggal menunggu hasil keputusan dari MA. "Semua berkas sudah kita kirim. Sekarang tinggal menunggu kabar dari MK," Imbuhnya.

Diketahui sebelumnya, tersangka Hok San ditangkap anggota Satresnarkoba Polres Tuban di rumahnya pada tanggal 26 Januari 2019, dan langsung ditahan. Dari hasil penangkapan, anggota mengamankan dua poket sabu seberat 0,38 gram, pipet kaca, dan bong.

Tak terima dengan penetapan tersangka, Hok San melalui kuasa hukum mengajukan permohonan gugatan praperadilan di PN Tuban. Mereka menggugat proses penetapan hukum yang dilakukan penyidik Polres Tuban, pada akhir bulan Maret 2019. Namun, gugatan itu ditolak hakim karena pokok perkara utama telah dilimpahkan di Pengadilan.

Selanjutnya, JPU Kejari Tuban menuntut Hok San dengan hukuman pidana 6 tahun penjara atas dakwaan melanggar pasal 112 ayat 1 Undang-Undang nomor 35 tahun 2019 tentang Narkotika. (gun/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...