Selasa, 16 Juli 2019 08:03

​Begini Cara DK3P dan Disparbud Pasuruan Selamatkan Kesenian

Minggu, 23 Juni 2019 21:17 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fuad
​Begini Cara DK3P dan Disparbud Pasuruan Selamatkan Kesenian
Nurul Hidayati dan Ki Bagong siap majukan Seni dan Budaya Kabupaten Pasuruan.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Setiap bulan purnama di Candi Jawi ada pagelaran beragam tarian. Mulai dari tari layang-layang, tari kelelawar, tari tembak dan masih banyak tari lainya. Tapi akhirnya tarian tersebut kurang menarik perhatian masyarakat.

Ketua DK3P Ki Bagong Sabdo Sinukarto memaparkan, ada beberapa kendala dalam kegiatan tersebut yang dampaknya kurang menarik perhatian masyarakat.

Ia menjelaskan, rutinitas tari tersebut hanya terdiri dari 9 kecamatan. Sementara kabupaten ini berjumlah 24 kecamatan.

"Ya mesti saja gak ada peminatnya," jelas Bagong kepada BANGSAONLINE.com disaksikan perwakilan Kepala Bidang Seni dan Budaya Disparbud Kabupaten Pasuruan Nurul Hidayati, Minggu (23/6), di areal Candi Jawi Pandaan, Kab. Pasuruan.

Bagong mengusulkan kepada Kabid yang hadir di acara tersebut agar seluruh perwakilan dari beberapa kecamatan diikutsertakan untuk menampilkan tariannya tersebut. Atau paling tidak menurut Bagong, meskipun bukan tari, tetapi kreasi budaya yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka.

"Jangan cuma 9 kecamatan, tapi semua kecamatan diperankan tampil, meski bukan tari kan ada kreasi warisan nenek moyang yang patut untuk dilestarikan. Misalnya Phojentrek, hingga sekarang yang dikenal oleh masyarakat luas adalah pencak silat mancilan, dan banyak lagi kecamatan lainnya," usulnya.

Bagong juga menyampaikan gagasannya bahwa di sekitar Candi diadakan stan atau ruko yang terbuat dari bambu. Masing-masing stan tersebut mewakili dari masing-masing kecamatan. Tujuannya supaya tiap kecamatan menampilkan makanan khas daerah kecamatan mereka sendiri. Jika itu terealisasi, ia bisa memastikan bahwa perhatian masyarakat antusias dengan gagasannya.

"Aku yakin jika gagasan itu terlaksana, akan menarik perhatian orang se-Indonesia raya," tandasnya sambil tertawa.

Nurul merespon gagasan Ki Bagong. Ia sangat berterima kasih kepada teman DK3P yang tidak hentinya menyampaikan masukan dan semangat mereka terhadap perjuangan seni dan budaya yang ada di Kabupaten Pasuruan. (afa/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Sabtu, 06 Juli 2019 15:08 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...