Sabtu, 21 September 2019 16:54

Tebu Varietas Tahan Kering Karya Peneliti Unej Diminati Produsen Gula Negara Afrika Selatan

Jumat, 21 Juni 2019 18:50 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Indrawan
Tebu Varietas Tahan Kering Karya Peneliti Unej Diminati Produsen Gula Negara Afrika Selatan
Senior Scientist Illovo Sugar Africa Nickholas Grantham saat mengunjungi lahan yang ditanami tebu varietas tahan kering.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Tebu tahan kering NXI-4T karya Prof. Bambang Sugiharto, seorang peneliti senior sekaligus ketua Center for Development of Advance Science and Technology (CDAST) Universitas Jember (Unej) diminati Illovo Sugar Africa, produsen gula terbesar di benua Afrika yang berpusat di Negara Afrika Selatan.

Ketertarikan perusahaan tersebut akan karya profesor asal Jember ini, karena varietas tebu tersebut terbukti dapat tumbuh subur di lahan kering. Sehingga dinilai cocok di tanam di perkebunan tebu yang dikelola oleh Illovo Sugar Africa yang tersebar di beberapa negara Afrika, yang umumnya adalah lahan kering.

Seorang Senior Scientist Illovo Sugar Africa Nickholas Grantham menyampaikan, dirinya tertarik akan varietas tebu tahan kering NXI-4T, setelah selama sekitar lima hari kunjungannya di Jember melihat hasil tanaman tebu tersebut, dapat tumbuh subur di lahan kering. Contohnya di lahan milik PG Soedhono di Ngawi yang ditanam oleh PTPN XI.

“Tebu varietas tahan kering NXI-4T di sini memiliki tinggi hingga tiga meter, sementara di kebun kami rata-rata hanya dua meter saja, bahkan diameternya tebunya lebih besar, padahal kondisi tanahnya sama-sama tergolong tanah kering,” ujar pria yang akrab dipanggil Nick ini, dengan menggunakan bahasa Inggris, Jumat (21/6/2019).

Ketertarikan pria peraih gelar doktor dari University of Cambrigde ini akan varietas tebu tahan kering tersebut, juga dibuktikan dengan kunjungannya di Jember, dengan mendatangi dan melihat langsung hasil produksi tebu di PG Semboro, Jember, serta kebun percobaan Universitas Jember di Jubung, dengan didampingi Prof. Bambang.

“Kami perkirakan kebutuhan gula di Afrika pada tahun 2020 nanti mencapai enam juta ton, oleh karena itu perusahaan kami giat meluaskan lahan tebu, namun terbentur pada masalah produktivitas tebu karena lahan di Afrika yang umumnya lahan kering. Oleh karena itu saya rasa tebu tahan kering karya Prof. Bambang Sugiharto bakal cocok ditanam di Afrika,” jelasnya.

Alasan Nick ke Indonesia, khususnya ke Jember, katanya, juga setelah mencari melalui mesin pencari google, tentang tebu tahan kering. “Sebab setiap kali mencari tema tebu tahan kering secara online, maka yang muncul adalah nama Profesor Bambang Sugiharto dari Universitas Jember. Oleh karena itu, saya penasaran dan memutuskan mengunjungi Jember. Kebetulan sebelumnya saya ada acara memberikan materi seminar terkait gula di Vietnam,” ungkapnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi terpisah, Prof. Bambang Sugiharto menyampaikan, bibit tebu tahan kering NXI-4T yang dikembangkannya mulai tahun 2013 ini, sudah dalam tahapan komersialisasi setelah melewati ujian keamanan hayati.

“Uji tersebut meliputi uji keamanan lingkungan, uji keamanan pangan, dan uji keamanan pakan. Saat ini tebu tahan kering NXI-4T sudah ditanam dan dikembangkan oleh PTPN XI sebagai pemegang hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) tebu tahan kering NXI-4T di beberapa lahannya,” ungkapnya.

Seperti di PG Pagotan Madiun seluas 30 hektare, dan di lahan PG Soedhono Ngawi seluas 10 hektare. “Juga di lahan tebu PTPN XI lainnya,” katanya.

Sleain itu, lanjut Prof. Bambang Sugiharto, pertemuan dengan Nickholas Grantham ini juga untuk membahas pemanfaatan ampas tebu.

“Nick Grantham ini selain ahli bioteknologi tebu juga meneliti pemanfaatan ampas tebu untuk digunakan sebagai bahan nano material, misalnya sebagai bahan baku kertas. Nah kita di CDAST sekarang ini tengah merintis pemanfaatan ampas tebu di Indonesia sebagai bahan pembuatan plastik yang ramah lingkungan,” kata Prof. Bambang yang juga Ketua Center for Development of Advance Science and Technology (CDAST) Universitas Jember (Unej), Prof. Bambang Sugiharto.

“Harapannya adalah, dengan kepakaran Nick Grantham bisa menambah wawasan dan kesempatan kerja sama dengan para peneliti bioteknologi di Kampus Tegalboto,” imbuhnya.

Terkait teknis pengiriman bibit tebu tahan kering NXI-4T ke Afrika Selatan nantinya, kata Bambang, salah satunya dengan mengirimkan bibit tebu tahan kering dalam bentuk benih sintetis dalam kapsul.

“Pengiriman bibit tebu tahan kering dalam bentuk stek dari Indonesia ke Afrika Selatan tampaknya tidak memungkinkan, mengingat jarak yang jauh sehingga kemungkinan bibit rusak di perjalanan sangat besar. Oleh karena itu, kami menawarkan pengiriman bibit tebu tahan kering dalam kapsul yang sudah kami kembangkan di CDAST,” jelasnya.

Selain aman, katanya, bibit tebu tahan kering yang dalam bentuk kapsul mampu bertahan hingga empat bulan. “Bahkan bisa tahan hingga enam bulan, asal suhunya dijaga di suhu empat derajat celsius,” pungkasnya. (jbr1/yud/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Sabtu, 21 September 2019 15:30 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...