Jumat, 23 Agustus 2019 06:12

​Jelang Lebaran Ketupat, Penjual Cangkang dan Janur di Pamekasan Dibanjiri Pembeli

Selasa, 11 Juni 2019 22:09 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Erry Sugianto
​Jelang Lebaran Ketupat, Penjual Cangkang dan Janur di Pamekasan Dibanjiri Pembeli
Para penjual cangkang ketupat dibanjiri pembeli.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Menghadapi Lebaran ketupat yang tepatnya sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri, para penjual cangkang ketupat memenuhi pasar-pasar tradisional yang berada di Kabupaten Pamekasan, Selasa (11/6).

Lebaran Ketupat yang merupakan tradisi dari nenek moyang tersebut biasa menyajikan hidangan ‘wajib’ yakni ketupat, lontong yang dibungkus dari daun janur kelapa dan janur siwalan. Butuh keterampilan khusus dalam membuat cangkang ketupat tersebut.

Bagi warga yang tak bisa membuat cangkang ketupat tak perlu khawatir, cukup datang ke pasar-pasar tradisional. Di sana sudah banyak yang akan menjajakan cangkang ketupat sehingga tinggal mengisi dengan beras dan dimasak.

Tak mengherankan jika jelang Hari Raya Ketupat atau warga Madura mengenalnya dengan sebutan lebaran 'Tellasen Pettok', banyak ditemui penjual cangkang ketupat di beberapa pasar tradisional.

Seperti halnya yang terjadi di Pasar Tradisional Kolpajung, Pasar Gurem, juga pasar yang lain di Pamekasan. Pedagang ketupat mulai berjejer memenuhi depan pasar tradisional untuk menjajakan ketupat dagangannya.

Para pedagang tersebut tidak hanya menjual cangkang ketupat yang sudah jadi, juga menjual janur yang masih muda untuk bahan membuat cangkang ketupat. Harga jual untuk satu ikat yang berisi 10 cangkang ketupat dibanderol dengan harga Rp 10 ribu - Rp 13 ribu.

Menurut Subaidah salah satu penjual cangkang ketupat mengatakan, berjualan cangkang ketupat hanya aktivitas musiman yang dilakoninya, karena sehari-harinya ia bekerja sebagai petani.

Sedangkan Dedy warga Lawangan Daya Pamekasan, salah satu pembeli ketupat mengaku, jika ketupat sudah menjadi hidangan wajib saat Hari Raya Ketupat.

"Kalau di Pamekasan itu lebarannya sampai hari ketujuh. Jadi masih banyak keluarga yang bersilaturahmi dan sudah menjadi tradisi harus ada ketupat dan biasanya disajikan dengan opor ayam mas," pungkasnya. (err/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...